Erlangga mengajakku “ lebih dekat dengan alam “

* tulisan ini dikirim untuk lomba menulis guru yang diselenggarakan oleh erlangga

Semua murid pasti punya mata pelajaran favorit, begitupun dengan guru. Kami menyebutnya mata pengajaran favorit. Nah ini dia, mata pengajaran favoritku selama mengajar dikelas satu. Yaitu Pendidikan Lingkungan Hidup atau biasa disingkat PLH . Dengan panduan buku terbitan erlangga, memudahkanku dalam mengajar.
Di pelajaran ini memang lebih banyak praktek ketimbang teori, ini yang menjadikannya semakin menarik. Mengajarkan anak untuk lebih dekat dengan alam, menarik minat siswa – siswiku. Walau pelajaran ini ‘hanyalah’ pelajaran muatan lokal dengan durasi satu jam mata pelajaran perminggu, tidak menjadikan PLH dipandang sebelah mata, justru sebagian besar muridku sangat menyukainya. Hmmm benarkah ?
Menyiram tanaman adalah praktik yang paling disukai anak – anak. Dilakukan di pagi hari, anak – anak dengan sukarela menyiram tanaman disekitar taman sekolah dengan riang gembira. Membawa ceret penyiram tanaman yang sebenarnya ‘lumayan’ berat bagi siswa kelas satu, tapi karena diselingi dengan adegan ciprat – ciprat air bersama teman – teman, tentu saja jadi kegiatan yang sangat mengasyikkan.
Bab 1 buku erlangga, mengajak anak – anak memiliki pola hidup bersih dan sehat. Tentu saja agar siswa – siswi kami memiliki sikap awareness terhadap lingkungan sekitarnya terutama kelas mereka, praktek kerja bakti harus dilaksanakan setiap hari, bahkan setiap menit harus terus diingatkan. Untuk memotivasi anak – anak terbiasa merapihkan barang – barangnya, kami menciptakan lagu “ clean up – clean up, everybody please clean up, clean – clean up put your things away !“. Jadi setiap kami menyanyikan lagu ini, siswa –siswi kami secara spontan langsung merapihkan barang dilokernya, membuang sampah yang berserakan dilantai, memperbaiki posisi meja yang miring dan lain sebagainya. Alhamdulillah… 
Lingkungan biotik dan abiotik dikenalkan di bab 2 buku PLH karya erlangga. Dalam materi ini siswa – siswiku selain diajak mengenal jenis – jenis lingkungan biotik juga diajak membedakan jenis – jenis sampah. Kami juga melaksanakan kegiatan praktik berupa memanfaatkan koran bekas lalu dibuat menjadi piring. Walau kegiatan praktik ini terbilang sulit yaitu dengan memblender koran sampai seperti bubur, didiamkan seharian baru bisa dibentuk piring lalau dijemur. Begitulah kami mengajarkan bahwa belajar adalah sebuah proses.
Kegiatan selanjutnya diBab 3 buku PLH lebih menarik, dengan tema aku dan tanamanku, anak – anak diajarkan menanam bunga di pot bunga. Dari mulai memberi pupuk, mengaduk / menggemburkan tanah, menanamnya, menyiramnya dengan air dan merawatnya sampai ia tumbuh besar. Biasanya ketertarikan anak – anak menanam bunga bertahan satu sampai dua minggu saja, selanjutnya tugas guru yang mengingatkan bahwa tanaman itu harus dirawat, hingga tanaman tersebut tumbuh indah mengitari taman sekolah.
Bencana alam ( Bab 4 ) juga merupakan salah satu tema favoritku dalam mengajar. Karena sifatnya baru berupa pengenalan terhadap macam – macam bencana, biasanya kami mengisinya dengan kegiatan nonton film bareng. Film yang diputar berupa potongan film pendek yang diambil dari you tube. Kegiatan nonton film pasti jadi kegiatan yang selalu membuat antusiasme siswa meningkat. Dengan menonton film bencana tsunami di Aceh, rasa solidaridatas dan tolerasi siswa juga bisa kita gali disini, jadi bukan sekedar nonton film saja loh.
Untuk tema bencana alam ini, kami juga pernah mengundang tim dari luar sekolah untuk membantu kami mengenalkan cara bersiap siaga menangani gempa. Tim ACT ( Aksi Cepat Tanggap ) mengadakan simulasi bila gempa benar – benar terjadi disekolah. Dengan dibunyikannya sirine tiga kali itu pertanda ada gempa, yang berarti siswa – siswi harus menyelamatkan diri dengan berkumpul dilapangan terbuka.
Ada lagu khusus yang jadi jargon kami dalam mengajarkan materi tentang gempa ini. Lagu yang diajarkan tim ACT ini sangat memudahkan siswa – siswa kami. Dengan mengingatnya melalui sebuah lagu, anak – anak jadi mudah menghafalnya apalagi lagu ini juga diiringi dengan gerakan sebagai pelengkap. Seperti ini contoh lagunya yang dinyanyikan seperti nada lagu dua mata saya.
Kalau ada gempa, lindungi kepala
Kalau ada gempa, ngumpet dikolong meja
Kalau ada gempa, jauhi dari kaca
Kalau ada gempa, lari kelapangan terbuka
Toret – toret jreng
Di bab terakhir buku Pendidikan Lingkungan Hidup penerbit Erlangga kelas satu, anak – anak diminta membuat hasil karya dari barang bekas. Peralatan yang dibutuhkan mudah saja, hanya perlu membawa satu botol air mineral bekas. Dan peralatan pendukung yang disediakan dari sekolah.
Anak – anak sangat antusias membuat hasil karya berupa boneka – bonekaan sapi. Walaupun berasal dari bahan daur ulang, tentu saja hasilnya tak kalah menarik dengan boneka sungguhan. Makanya siswa – siswiku sangat senang dengan hasil karya ini. Tak sabar untuk segera membawa pulang kerumah untuk diperlihatkan ke orangtua, kakak atau adiknya.
Karena materi dibab ini adalah materi yang terakhir, anak – anak tidak bisa langsung membawa hasil karya mereka begitu saja. Pameran kelas diakhir tahun pelajaran nanti, akan memamerkan seluruh hasil karya siswa. Hasil karya ini akan diperjualbelikan, orangtualah yang akan membeli hasil karya anak – anaknya. Uang yang terkumpul akan disumbangkan kembali kepada yang membutuhkan.
Begitulah cerita singkat mengenai pengajaran favoritku, bagaimana denganmu? Yuk sharing bersama…

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s