SIAPA YANG TAK PERNAH KALAH ???

Kemarin seru banget bisa teriak – teriak lepas ditengah lapangan sekolah
Haahhhh ? kok teriak – teriak ?
Teriak disini bukan sembarang teriak loch tapi teriak menyemangati anak – anak yang sedang bertanding futsal ditengah lapangan.
Setiap hari selasa jam pertama adalah jam pelajaran olahraga. Anak – anak bergembira hari ini,karena katanya akan ada pertandingan dengan kelas dua. Beberapa anak secara khusus membawa sepatu bola lengkap dengan kaos kaki panjangnya.
Sebenarnya aku sebagai Guru tidak terlalu memperhatikan pertandingan ini, karena ini bukan pertandingan class meeting ‘yang bergengsi ‘ tapi cuma pertandingan dadakan karena Pak Sugi Guru olahraga kelas dua sedang ikut sertifikasi sehingga jam pelajaran olahraga kelas 1 dan 2 digabung.
Setelah mengantarkan anak – anak kelapangan, aku kembali lagi ke kelas karena ada setumpuk kerjaan yang menanti untuk dikoreksi. 30 menit setelah pelajaran olaharaga berlangsung, aku kembali lagi ke lapangan untuk mengecek anak – anak.
Ternyata hasil pertandingan sedang genting – gentingnya. Kelas kami ketinggalan 4 gol tanpa lawan. Waduhhh, saya sebagai Guru langsung ‘sibuk’ teriak – teriak menyemangati anak – anak dilapangan. Namun, karena lawannya kelas 2 yang secara fisik badannya sudah lebih besar, apalagi tehnik permainannnya juga sudah lebih matang. Kelas kami terus tertinggal sampai 7 gol tanpa balas. Hahahah walau begitu teriakan semangat tanpa henti kutujukan untuk murid – muridku.
Sempat ada accident dilapangan, Falah sang penjaga gawang kepalanya terbentur bola, tepat dikeningnya. Namun karena spirit pertandingan, Falah mendapat sugesti dari Guru olahraga, Pak Abi untuk tidak boleh menangis dan tetap menjaga gawang walau air matanya sudah hampir meleleh. Heheh :0
Akhirnya usaha kami berbuah juga, Bintang sesuai namanya memang jadi bintang dilapangan hijau dengan menyumbangkan 2 gol. Dan Dipta sahabat sejatinya juga menyumbangkan 2 gol sehingga kelas kami walaupun kalah, tapi kalah yang bergengsi karena memberikan juga sedikit perlawanan.
Pertandingan berakhir dengan skor 13 – 4.
Hehehe walau kalah telak , anak – anak kami ajarkan untuk berlaku sportif menyalami kakak kelas dan bertos ria bareng setelah pertandingan.
Walau ada yang menggerutu, karena kekalahan, sejatinya anak – anak banyak belajar di pertandingan kali ini. Dikelas aku kembali menssugesti anak – anak bahwa kalah menang dalam pertandingan adalah hal yang wajar. Kalau kita kalah berarti kita ada kesempatan untuk terus belajar.
Kadang sebagai orang dewasapun banyak yang tidak bisa menerima teori “ kalah “ dalam hidupnya .
Baik itu kalah dalam pertandingan untuk memenangkan sebuah perlombaan demi sebuah piala, sertifikat bahkan hadiah yang menarik. Ataupun kalah dalam arti yang “sesungguhnya”. Gagal dalam kehidupan, karir, usaha, pendidikan, dan lain sebagainya.
Terkadang orang beranggapan kalah itu jelek, buruk, tidak baik. Kekalahan dianggap sebagai harga mati dari sebuah kegagalan.
Padahal, Siapa disini yang tak pernah mengalami kekalahan dalam hidupnya ?
Bahkan seorang Rasulullah SAW pernah mengalamai kekalahan. Yaitu saat terjadinya perang uhud. Ketika pasukan pemanah melanggar perintah Nabi SAW pada peperangan Uhud dengan meninggalkan posnya di atas gunung, lalu turut berebut rampasan. Pasukan kaum muslimin akhirnya terpukul mundur, dikucar-kacirkan oleh musuh sampai kalah.
Peristiwa ini menjadi satu pelajaran bagi kaum muslimin untuk menyadarkan kaum muslimin dan merupakan bentuk teguran dari Allah SWT. Sehingga benar-benar menjadi orang yang ikhlas, bersih dari cacat dosa. Kalau lulus ujian itu, jelaslah bahwa dia adalah orang yang bersih dan suci, sebagaimana halnya emas, baru dapat diketahui keasliannya sesudah diasah, dibakar dan diuji dengan air keras. *****http://annajahsolo.wordpress.com/2012/02/24/hikmah-sebuah-kekalahan/
Lalu, Siapa yang gak kenal sama bos nya Microsoft ? Dia adalah William Henry Gates atau kita mengenalnya Bill Gates. Gates adalah salah satu pengusaha yang revolusioner dalam dunia komputer pribadi. Kehebatannya sudah tidak diragukan lagi. Orang-orang sangat megaguminya karena apa yang ia lakukan. Diabalik usahanya yang super sukses dan menjadikannya manusia terkaya di dunia,
Siapa bilang Gates tidak pernah mengalami kekalahan ? Gates pernah gagal dan memberi kesempatan kepada dirinya untuk meyakini kegagalan sebagai bagian proses untuk mendesain rencana-rencana yang lebih baru, lebih segar, lebih fokus dan lebih memberi manfaat. ***** http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2012/04/17/memberi-kunci-sukses-bill-gates/
Bahkan seorang Thomas Alva Edison pun dulu adalah orang yang kalah. Ketika Ia berusia 4 tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke rumahnya membawa secarik kertas dari gurunya. Ibunya pun membaca kertas tersebut yang berisi, “Tommy, anak ibu, sangat bodoh. Kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari sekolah.” Sang ibu terhenyak membaca surat ini, namun ia segera membuat tekad yang teguh, ”anak saya Tommy, bukan anak bodoh. Saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar dia. ”Tommy kecil adalah Thomas Alva Edison yang kita kenal sekarang, salah satu penemu terbesar di dunia. Dia hanya bersekolah sekitar 3 bulan, dan secara fisik agak tuli, namun itu semua ternyata bukan penghalang untuk terus maju. Siapa yang sebelumnya menyangka bahwa bocah tuli yang bodoh sampai-sampai diminta keluar dari sekolah, akhirnya bisa menjadi seorang genius?***** http://fariz.grafisia.com/misc/7-orang-sukses-berawal-dari-kegagalan/
Jadi, masih takut kalah? Masih takut gagal ?
Kalah ?
Siapa takut !!!

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s