dari 165

demi matahari dan sinarnya dipagi hari
demi bulan apabila ia mengiringi
demi siang hari bila menampakkkan dirinya
demi malam apabila ia menutupi
demi langit beserta seluruh binaannya
demi bumi serta yang ada dihamparannya
demi jiwa dan seluruh penyempurnaannya
Allah mengilhamkan sukma kefasikan dan ketakwaan
beruntung bagi yang mensucikannya
merugi bagi yang mengotorinya

QS 91 : 1 – 10
2 hari yang lalu saya berkesempatan, atas izin Allah SWT mengikuti training ESQ selama 3 hari.
Training yang diadakan khusus untuk guru – guru ini, free alias gratis, padahal klo mau ikut training aslinya, kelas eksekutif atau regular agak mahal. Makanya kesempatan yang luar biasa Allah SWT berikan ini, sangat saya syukuri dan dimanfaatkan dengan sebaik – baiknya.
Sebelumnya, saya sudah pernah dengar banyak teman – teman yang menceritakan ‘dasyat’nya pelatihan ini. “ Bawa tisu deh yang banyak, bakal nangis bombay nanti disana “, begitu pengalaman sebagian teman – temanku.
Memang kalau belum merasakan langsung, pasti ga bakal percaya dengan cerita atau omongan dari orang lain. Apalagi ini spiritual journey. Ibarat makan duren, semua orang tahu rasa duren itu enak, tapi apakah kita bisa menceritakan rasa enaknya duren itu seperti apa? Begitu juga dengan sensasi yang saya rasakan ketika ikut pelatihan ini. Sungguh Dasyatttt ! Luar biasaaaaaa ! Allah Akbar ..!!!
Tapi saya tidak bisa menceritakan bagaimana dasyatnya, bagaimana luar biasanya. Teman – teman harus merasakan sendiri penagalamanya. Dan pasti tiap orang punya sensasi yang berbeda.. tergantung….
Wah tergantung apa tuh? Tergantung bagaimana ia memaknai inti dari pelatihan tersebut, tergantung bagaimana ia memaknai setiap jengkal imuNya yang ditransfer oleh trainer, tergantung juga bagaimana pikiran dan hatinya mau terbuka oleh hidayah dan kebaikan… wah dalem nihhh
Terus kalau ga bisa diceritain, sekarang lagi ngapain dong? Nulis blog itu juga kan cerita.. hehe ini bukan cerita lohh..kalau ini cerita saya yang ingin berbagi ‘sedikit’ ilmu dari pelatihan ESQ .. karena banyak sekali ilmu yang berserakan yang sayang kalau dibuang begitu saja. Apalagi kalau Cuma untuk diri sendiri, mubazirkan ? maka dari itu, izinkan saya ya.. Bismillahirrahmanirrahim.. Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang..
Perjalanan inner journey kali ini bermula dari hal – hal yang bersifat ilmiah, sangat bisa dijangkau oleh logika manusia. Makanya, ini kelebihan ilmu ESQ, bisa menerjemahkannya secara ilmiah melalui ilmu dan teknologi. Perjalanan kita kali ini dimulai dari gambaran luasnya alam semesta ini. Dimulai dari titik kecil kita sebagai manusia, mengecil lagi menjadi titik bumi kita dimana kita berpijak, mengecil lagi menjadi matahari yang luasnya 1,3 juta kali bumi, mengecil lagi ( yang ternyata ) benda – benda “seperti” matahari itu banyak, jadi matahari dan kawan – kawannya yang ternyata jumlah kawan – kawannya ada 200 milyarr ( Subhanallah ) mengecil lagi menjadi intinya matahari, intinya matahari mengecil lagi menjadi galaksi, nah galaksi kita itu namanya galaksi bimasakti, yang ternyata juga punya banyak kawan yang seperti sudah sering kenal ada galaksi Andromeda dan lain – lain.
Bisa dibayangkan kita ada dimana? Jauuuuuuh sekali, keciiiiiiiiiiiiiiiiiiiil sekali, sama sekali tidak terlihat. Perjalanan kita kali ini ga perlu jauh – jauh harus ke NASA, cukup dimenara 165 kita sudah bisa merasakan bahwa kita ini sebagai manusia yang penuh dosa, ga ada apa – apanya dibandingkan ciptaanNya .. Ya Malikul Mulk .. Yang Maha Penguasa Kerajaan ( Semesta ).. dari sini kita bisa ‘mulai’ memahami, mulai bermuhasabah.. masih bisa sombong ? masih bisa ujub? Hanya karena jabatan? Harta? Prestasi ? Astagfirullah al adzim wa atubu ilaihi ( 1 )

Baru hari pertama, materi pertama, dada ini sudah terasa sesak, air mata sudah mengalir deras.. Sesungguhnya hanya Allahlah sang pemilik hati .. Yaa Fattaah.. Yang Maha Membuka Rahmat ….Ya Nuur… Yang Maha Bercahaya ( Menerangi, Memberi cahaya )…Ya ‘Aliim …Yang Maha Mengetahui ( Memiliki Ilmu )
Materi kedua, kami diajak muhasabah kembali.. saya sudah seringkali ikut muhasabah diberbagai tempat. Apa yang membedakan muhasabah kali ini dengan muhasabah yang biasa saya ikuti? Biasanya, muhasabah yang saya ikuti, kalau sudah menjurus ke ibu dan ayah paling berhenti ke pelajaran pokok dari birrulwalidain, dimana kita WAJIB berbakti kepada orangtua kita. Kasih orang tua sepanjang hayat, bagaimanalah kita membalasnya ? itu muhasabah ‘biasa’ yang walaupun ‘biasa’ sudah membuat kita sebagai peserta biasanya nangis kejer ( baca : nangis banget ) saking ingetnya sama dosa – dosa yang sudah dilakukan ke ayah ibu kita.
Nah, kalau ESQ lebih tinggi lagi tingkatannya. Disana kita di’buka’ lagi pikirannya tidak “hanya” berhenti sampai birrulwalidain thok. Lebih lanjut lagi kepada, siapa yang memberikan kasih sayang kepada ibunda? Siapa yang memberi cinta ke ayahanda ? inilah sifat Ar Rahman dan Ar Rahim .. Yang Maha Pengasih dan Yang Maha Penyayang.. jadi kenapa jauh kepada Sang Pemilik Kasih Sayang ? kenapa kita tidak mengingatNya ?.. Astaghfirullah al adzim wa atubu ilaihi ( 2 )
Hari kedua ESQ, sebenarnya adalah hari yang ceria, walau teteuppp..pagi – pagi dikuras lagi nih air mata.. hari kedua adalah hari dimana kita bisa ketawa – ketiwi .. semua berawal dari survey tim ESQ kepada kami. Apa tujuan anda bekerja sebagai guru ? wah harus jujur nih, ternyata ( memang ) hasil survey menyatakan.. motivasi pertama guru – guru bekerja adalah U A N G, anak, jabatan, prestise, kesehatan, dan terakhir …. Wanita.. ckckck.
Demikian, kami dipaparkan kepada realita hidup yang sebenarnya. Walau dengan parodi yang sungguh menggelitik dan kami tertawa terbahak – bahak menikmatinya. Itulah ‘wajah’ keseharian kami sesungguhnya sebagai manusia. Dimana kami kebanyakan menjadikan harta, tahta dan wanita sebagai ‘tuhan’ kami. Padahal apakah semua itu akan memberikan kebahagiaan sejati kepada kita? Teman – teman pasti tahu sendiri jawabannya…
Puncak parodi yang membuat perut kami sakit karena kebanyakan tertawa ini, tentu tidak sampai disitu saja. Ada yang membuat dada kami kembali sesak. Dimana tawa berganti menjadi airmata ketika kami seperti diingatkan lagi dengan kisah Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail yang berujung pada pengorbanan sejati yaitu cinta tertinggi kepada Allah SWT.. Subhanallah.. rasanya masih jauuuuuh.. jauhhh sekali dibanding kami yang masih sibuk memikirkan uang, uang, dan uang… sibuk menimbun harta, harta, harta… Astaghfirullah al adzim wa atubu ilaihi ( 3 )
Puncak acara ESQ adalah dimana kami semakin mengokohkan syahadat kami. Kombinasi 165 dikupas tuntas dihari terakhir ini. Dimana 5 adalah character building yang harus dicapai, 6 yang diambil dari rukun iman dan terakhir adalah 1 yaitu karakter ihsan yang menjadi tujuan utama.
Suara hati manusia pasti akan balik lagi kepada Sang penciptaNya. Kembali ke titik nol sebagaimana sebelum manusia dilahirkan, ingat perjanjian dengan RabbNya..

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s