ke – ajib – an

Keluarga besar ajib begitulah aku memanggilnya, walau ‘ hanya ‘ merupakan keluarga kedua, atau keluarga cadangan, tanpa terasa kami telah melewati hari – hari kami dengan kebersamaan. Banyak senangnya pasti, karena senantiasa setiap hari mengajar anak – anak dengan gembira. Ada sedih juga itu biasa, ada masalah ? oh tiap hari, kecewa ? itumah sarapan kami, sebal? Obat kali ya? Kaget ? itu mah camilan kami? Sibuk itu mah nafas kami diajib.
Begitulah tanpa disadari kami melewati waktu bersama keluarga besar ajib setiap hari, senin – jumat dari mulai pukul 7 sampe 3 sore seringnya sampe 5 sore bahkan sampe jam 9 malam pun pernah kami lewati bersama di ajib. Berarti 8 jam sehari, 40 jam seminggu, 200 jam sebulan, 2400 jam setahun. Yang berarti ¼ tahun dari hari – hari kami habiskan di ajib.
Yang namanya keluarga pasti ada konflik, beda pendapat, pemikiran, kecewa, marah itu biasa, orang menyebutnya dinamika.
Sungguh kesolidan itu tidak bisa dibeli, kekompakan itu mahal harganya, ketulusan itu tak ternilai dengan materi apapun juga. Jadi ketika ada satu rekan guru yang mengalami musibah, semua tim ajib berbondong – bondong turut serta, berduyun – duyun hadir untuk bersimpati, ikut merasakan, memberikan support, bahkan sekedar menjenguk… dari mulai jarkom saling memberi kabar, janjian, kumpul dimana sampe konvoi bareng pasti dilakukan oleh teman – teman ajib.
Begitu juga bila ada yang sedang berduka,kehilangan, sakit, semua tumpah ruah dengan segala rasa dan pikiran masing – masing. Sedih, kasihan, miris, ga tega semua menyatu dalam balutan kebersamaan mengiringi rasa kekelurgaan dan persaudaraan. Segala keluhan hanya lewat saja, sejatinya kami ikut merasakan apa yang dirasakan saudari kami
Kalau pagi, biasanya kami ada breakfast in the morning, semua obrolan tumplek jadi satu. Pokoknya apa kabar Indonesia pagi mah lewat dah. Begitu juga ketika siang , lunch bareng diiringi canda tawa selepas ngajar, saling ledek sesama guru acapkali jadi rutinitas kami yang kadang dirindukan.
Kalau musim ujian juga begitu, karena kami ada mengoreksi berjamaah, sambil konsentrasi mengoreksi juga sembari bergurau sesama rekan sejawat menghilangkan sedikit ketegangan melewati hasil ujian anak – anak yang bikin geleng – geleng kepala.
To be continu yeee.. blom ad ide lg neh
siapa yang mau nambahin ??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s