Author Archives: retnomurdiatrieffendi

About retnomurdiatrieffendi

Dunia kita adalah taman, wanita adalah bunga-bunganya. Yang terbaik adalah yang baik niat, pikiran, perbuatannya serta bermanfaat bagi kehidupan ini. Sungguh, setiap wanita dapat menjadi bunga harum dalam aroma pilihannya masing - masing ... writerpreneur wanna be :)

“..membuka pintu maaf yang setulus-tulusnya …”

“..membuka pintu maaf yang setulus-tulusnya …”

Salah satu ciri kita telah tulus memaafkan orang lain adalah jika kita tidak lagi terbelenggu

oleh rasa sakit hati kita karena perbuatan orang lain itu.

Memberi maaf itu mampu membuka belenggu-belenggu sakit hati.

Mampu menyingkirkan kebencian.

Dan memaafkan adalah kekuatan yang sanggup menghancurkan rasa mementingkan diri sendiri!

Ketika kita memberi maaf, itu tidak berarti kita lebih rendah atau kalah.

Justru ketika kita memberi maaf, kita telah menang dan kedudukan kita lebih terhormat dibandingkan orang yang kita beri maaf…”

 

Kata maaf berasal dari bahasa Al-Quran alafwu yang berarti “menghapus” karena yang memaafkan menghapus bekas-bekas luka di hatinya. Bukanlah memaafkan namanya, apabila masih ada tersisa bekas luka itu didalam hati, bila masih ada dendam yang membara

 

Islam mengajak manusia untuk saling memaafkan. Dan memberikan posisi tinggi bagi pemberi maaf. Karena sifat pemaaf merupakan bagian dari akhlak yang sangat luhur, yang harus menyertai seorang Muslim yang bertakwa. Allah swt berfirman: “…Maka barangsiapa yang memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas tanggungan Allah.” (Q.S.Asy-Syura : 40).

Al-Quran memang menetapkan, bahwa seseorang yang diperlakukan secara zalim diizinkan untuk membela diri tapi bukan didasarkan balas dendam. Pembelaan diri dilakukan dengan penuh simpati seraya menunjukan perangai yang luhur, bersabar, memaafkan dan toleran.

Sungguh, tidak mudah memang, namun balasan di sisi Allah SWT sangatlah besar.

 

itulah orang-orang yang MENANG ( faa-iziin) dan KEMBALI FITRAH (‘aa-idiin)..

Semoga Allah menjadikan kita) bagian dari orang-orang yang kembali (kepada ketaqwaan/kesucian)

dan orang-orang yang menang (dari melawan hawa nafsu dan memperoleh ridha Allah)

Yaa Allah , Yaa   Affuw Yang Maha Pemaaf, jadikan kami hamba – hambaMu yang mudah meminta maaf dan memafkan orang lain.. Amin Ya Rabbalalamin

 

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI

 TAQOBALALLAHU MINNA WA MINKUM, SHIYAMANA WA SHIYAMAKUM

 JA’ALANALLAAHU MINAL ‘AIDIN WAL FAIZIN, AMIN…

 

Met Lebaran smuaaa, maapin yeee.. 🙂

 *diikutsertakan dalam lomba di kompasiana http://renoeffendi.wordpress.com/2012/08/18/membuka-pintu-maaf-yang-setulus-tulusnya/ mohon doanya ya temans 🙂Gambar

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

dari 165

demi matahari dan sinarnya dipagi hari
demi bulan apabila ia mengiringi
demi siang hari bila menampakkkan dirinya
demi malam apabila ia menutupi
demi langit beserta seluruh binaannya
demi bumi serta yang ada dihamparannya
demi jiwa dan seluruh penyempurnaannya
Allah mengilhamkan sukma kefasikan dan ketakwaan
beruntung bagi yang mensucikannya
merugi bagi yang mengotorinya

QS 91 : 1 – 10
2 hari yang lalu saya berkesempatan, atas izin Allah SWT mengikuti training ESQ selama 3 hari.
Training yang diadakan khusus untuk guru – guru ini, free alias gratis, padahal klo mau ikut training aslinya, kelas eksekutif atau regular agak mahal. Makanya kesempatan yang luar biasa Allah SWT berikan ini, sangat saya syukuri dan dimanfaatkan dengan sebaik – baiknya.
Sebelumnya, saya sudah pernah dengar banyak teman – teman yang menceritakan ‘dasyat’nya pelatihan ini. “ Bawa tisu deh yang banyak, bakal nangis bombay nanti disana “, begitu pengalaman sebagian teman – temanku.
Memang kalau belum merasakan langsung, pasti ga bakal percaya dengan cerita atau omongan dari orang lain. Apalagi ini spiritual journey. Ibarat makan duren, semua orang tahu rasa duren itu enak, tapi apakah kita bisa menceritakan rasa enaknya duren itu seperti apa? Begitu juga dengan sensasi yang saya rasakan ketika ikut pelatihan ini. Sungguh Dasyatttt ! Luar biasaaaaaa ! Allah Akbar ..!!!
Tapi saya tidak bisa menceritakan bagaimana dasyatnya, bagaimana luar biasanya. Teman – teman harus merasakan sendiri penagalamanya. Dan pasti tiap orang punya sensasi yang berbeda.. tergantung….
Wah tergantung apa tuh? Tergantung bagaimana ia memaknai inti dari pelatihan tersebut, tergantung bagaimana ia memaknai setiap jengkal imuNya yang ditransfer oleh trainer, tergantung juga bagaimana pikiran dan hatinya mau terbuka oleh hidayah dan kebaikan… wah dalem nihhh
Terus kalau ga bisa diceritain, sekarang lagi ngapain dong? Nulis blog itu juga kan cerita.. hehe ini bukan cerita lohh..kalau ini cerita saya yang ingin berbagi ‘sedikit’ ilmu dari pelatihan ESQ .. karena banyak sekali ilmu yang berserakan yang sayang kalau dibuang begitu saja. Apalagi kalau Cuma untuk diri sendiri, mubazirkan ? maka dari itu, izinkan saya ya.. Bismillahirrahmanirrahim.. Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang..
Perjalanan inner journey kali ini bermula dari hal – hal yang bersifat ilmiah, sangat bisa dijangkau oleh logika manusia. Makanya, ini kelebihan ilmu ESQ, bisa menerjemahkannya secara ilmiah melalui ilmu dan teknologi. Perjalanan kita kali ini dimulai dari gambaran luasnya alam semesta ini. Dimulai dari titik kecil kita sebagai manusia, mengecil lagi menjadi titik bumi kita dimana kita berpijak, mengecil lagi menjadi matahari yang luasnya 1,3 juta kali bumi, mengecil lagi ( yang ternyata ) benda – benda “seperti” matahari itu banyak, jadi matahari dan kawan – kawannya yang ternyata jumlah kawan – kawannya ada 200 milyarr ( Subhanallah ) mengecil lagi menjadi intinya matahari, intinya matahari mengecil lagi menjadi galaksi, nah galaksi kita itu namanya galaksi bimasakti, yang ternyata juga punya banyak kawan yang seperti sudah sering kenal ada galaksi Andromeda dan lain – lain.
Bisa dibayangkan kita ada dimana? Jauuuuuuh sekali, keciiiiiiiiiiiiiiiiiiiil sekali, sama sekali tidak terlihat. Perjalanan kita kali ini ga perlu jauh – jauh harus ke NASA, cukup dimenara 165 kita sudah bisa merasakan bahwa kita ini sebagai manusia yang penuh dosa, ga ada apa – apanya dibandingkan ciptaanNya .. Ya Malikul Mulk .. Yang Maha Penguasa Kerajaan ( Semesta ).. dari sini kita bisa ‘mulai’ memahami, mulai bermuhasabah.. masih bisa sombong ? masih bisa ujub? Hanya karena jabatan? Harta? Prestasi ? Astagfirullah al adzim wa atubu ilaihi ( 1 )

Baru hari pertama, materi pertama, dada ini sudah terasa sesak, air mata sudah mengalir deras.. Sesungguhnya hanya Allahlah sang pemilik hati .. Yaa Fattaah.. Yang Maha Membuka Rahmat ….Ya Nuur… Yang Maha Bercahaya ( Menerangi, Memberi cahaya )…Ya ‘Aliim …Yang Maha Mengetahui ( Memiliki Ilmu )
Materi kedua, kami diajak muhasabah kembali.. saya sudah seringkali ikut muhasabah diberbagai tempat. Apa yang membedakan muhasabah kali ini dengan muhasabah yang biasa saya ikuti? Biasanya, muhasabah yang saya ikuti, kalau sudah menjurus ke ibu dan ayah paling berhenti ke pelajaran pokok dari birrulwalidain, dimana kita WAJIB berbakti kepada orangtua kita. Kasih orang tua sepanjang hayat, bagaimanalah kita membalasnya ? itu muhasabah ‘biasa’ yang walaupun ‘biasa’ sudah membuat kita sebagai peserta biasanya nangis kejer ( baca : nangis banget ) saking ingetnya sama dosa – dosa yang sudah dilakukan ke ayah ibu kita.
Nah, kalau ESQ lebih tinggi lagi tingkatannya. Disana kita di’buka’ lagi pikirannya tidak “hanya” berhenti sampai birrulwalidain thok. Lebih lanjut lagi kepada, siapa yang memberikan kasih sayang kepada ibunda? Siapa yang memberi cinta ke ayahanda ? inilah sifat Ar Rahman dan Ar Rahim .. Yang Maha Pengasih dan Yang Maha Penyayang.. jadi kenapa jauh kepada Sang Pemilik Kasih Sayang ? kenapa kita tidak mengingatNya ?.. Astaghfirullah al adzim wa atubu ilaihi ( 2 )
Hari kedua ESQ, sebenarnya adalah hari yang ceria, walau teteuppp..pagi – pagi dikuras lagi nih air mata.. hari kedua adalah hari dimana kita bisa ketawa – ketiwi .. semua berawal dari survey tim ESQ kepada kami. Apa tujuan anda bekerja sebagai guru ? wah harus jujur nih, ternyata ( memang ) hasil survey menyatakan.. motivasi pertama guru – guru bekerja adalah U A N G, anak, jabatan, prestise, kesehatan, dan terakhir …. Wanita.. ckckck.
Demikian, kami dipaparkan kepada realita hidup yang sebenarnya. Walau dengan parodi yang sungguh menggelitik dan kami tertawa terbahak – bahak menikmatinya. Itulah ‘wajah’ keseharian kami sesungguhnya sebagai manusia. Dimana kami kebanyakan menjadikan harta, tahta dan wanita sebagai ‘tuhan’ kami. Padahal apakah semua itu akan memberikan kebahagiaan sejati kepada kita? Teman – teman pasti tahu sendiri jawabannya…
Puncak parodi yang membuat perut kami sakit karena kebanyakan tertawa ini, tentu tidak sampai disitu saja. Ada yang membuat dada kami kembali sesak. Dimana tawa berganti menjadi airmata ketika kami seperti diingatkan lagi dengan kisah Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail yang berujung pada pengorbanan sejati yaitu cinta tertinggi kepada Allah SWT.. Subhanallah.. rasanya masih jauuuuuh.. jauhhh sekali dibanding kami yang masih sibuk memikirkan uang, uang, dan uang… sibuk menimbun harta, harta, harta… Astaghfirullah al adzim wa atubu ilaihi ( 3 )
Puncak acara ESQ adalah dimana kami semakin mengokohkan syahadat kami. Kombinasi 165 dikupas tuntas dihari terakhir ini. Dimana 5 adalah character building yang harus dicapai, 6 yang diambil dari rukun iman dan terakhir adalah 1 yaitu karakter ihsan yang menjadi tujuan utama.
Suara hati manusia pasti akan balik lagi kepada Sang penciptaNya. Kembali ke titik nol sebagaimana sebelum manusia dilahirkan, ingat perjanjian dengan RabbNya..

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Yogya…i’m comiiiiing

Asyiknya dapat liburan gratis 3 hari ke Yogya…wow
Hampir 10 tahun yang lalu, saya pernah menginjakkan kaki di Yogya, tepatnya ketika masih kelas 3 SMU. Sejak saat itu terpesona dengan keindahan kota Yogya dan berniat kuliah disana. Sempet daftar UGM di spmb tapi keterimanya di UNJ yahhh apa daya.. jadi ga pernah ke Yogya lagi dalam kurun waktu 10 tahun tersebut.
Akhirnya kesempatan untuk mengunjungi kota Yogya kesampaian juga kali ini apalagi gratis..wow. Sebenarnya ada banyak planning saat di kota Yogya, salah satunya penasaran banget ama yang namanya kampus UGM dan kota Sleman tempat band favoritku bermarkas,,,#sheilagank gitu lochhh hehe. Tapi lagi –lagi apa daya namanya juga gratisan jadi harus ikut peraturan, yaitu harus ikutin kunjungan yang sudah dijadwalkan oleh travelnya yang sama sekali ga cantumin ugm and sleman sebagai tujuan wisata,, naseb-naseeb : (
Kunjungan ke Yogyakarta untuk yang keduakalinya “cukup” mampir ketempat yang sama. Antara lain ke tempat pembuatan perak, ke keraton , malioboro dan pastinya kemana lagi kalau bukan ke 7 keajabaian dunia ( eh masih ga sih? Jadi 7 keajaiban ?? hehe ). Ya, tempat – tempat tersebut selalu menjadi kunjungan ‘wajib’ para wisatawan lokal maupun mancanegara…kenapa ya?hmmm
Padahal di Yogya ada banyak tempat – tempat yang bagus dan indah. Seperti Kaliurang yang seharusnya jadi salah satu tempat yang kita kunjungi tapi karena keterbatasan waktu ga jadi hikss padahal penasaran.
3 hari 3 malam plus perjalanan, memang seprtinya tidak cukup untuk mengitari pelosok kota Yogya yang elok. Kurang malah, belum semua dikunjungi, belum semua dimasuki, dan belum semua kuliner dijajaki. Pokoknya serba belum dech.
Memang kota Yogya itu terkenal dengan kota surga belanja. Apalgi kalau sudah sampai di malioboro. Wah harus kuat – kuat menjaga dompet dechh. Saking kalapnya belanja dipasar beringharjo bisa sampe hampir ketinggalan bus seperti pengalamanku berikut ini. Sampai di Yoga kira pukul setengah tiga guidenya bilang kita kumpul jam 5 ya? Dalam hati sebentar amat ? mana puas coba? Tanpa pikir panjang kami, aku dan taman-teman langsung tancap gas jalan ke malioboro.
Tujuan utama kami ke pasar beringharjo yaitu memburu baju batik. Maklumlah seragam batik kan sekarang jadi seragam andalan setiap jumat. Makanya kami sudah niatkan untuk membeli seragam batik supaya tiap jumat ga bosen pake seragam yang itu – itu lagi ala pgc pastinya xixixi.
Sampai dipasar, ada banyak pilihan, variasi corak , muter – muter akhirnya ketemu seragam batik 30 ribuan hehe lumayan tuh kalo di pgc bisa 50 sampe 60ribuan wkwkwkk. Setelah sibuk memilih tawar sana – sini kami memutari pasar untuk membeli keperluan lain yaitu oleh – oleh untuk keluarga. Baru beberapa saat kami baru ‘ngeh’ kalau waktu sudah menunjukkan pukul 5, ah sudah tenang aj masih molor paling begitu kira – kira, kami membatin. Perjalanan pulang melewati sepanjang malioboro, hampir setiap 5 menit kami berhenti, beli baju buat ponakanlah, beli kaos dagadu kw 5 lah, tas laptop batik lah , banyak sampai menyita waktu padahal kami masih ada tujuan lain yaitu ke mall malioboro untuk membeli kaos dagadu aseli.
Sampai di mall masih sibuk memlilih kaos yang cocok telpon bordering, jam menunjukkan pukul 6 wahhh. Kami sudah ditunggu ! orang orang sudah berkumpul. Walahh paniknya bukan main, mana belum sempet milih kaos yang cocok, akhirnya dengan terburu – buru memilih dan tergesa – gesa membayar kami langsung turun dari mall mencari becak agar lebih cepat sampai.
Celakanya, naik becakpun harus muter jalan karena jalannya Cuma satu arah dan telpon kami terus bordering – dering , alamakakkk gimana inih? Karena mepet dan sudah buntu mau gimana lagi akhiranya saya dan teman- teman dengan membawa kantong plastic hasil buruan kami yang sejubel harus lari kencang karena takut tertinggal bus… hasilnya ?? nih kaki ga tahu lagi gimana rasanya, jantung berdetak kencang sking shocknya..hiks. Sampai juga di bus… dan ga bakal ditinggal juga dech kayanya heheheh 

Itu baru sekelumit cerita di Yogya yang entah kenapa berlanjut ke wahana – wahana lain dimana kami sering banget jadi yang terakhir masuk bus. Ckckckck nyusahin orang aje nichhh ceritanya. Di Borobodor juga begitu, kami sibuk berfoto – foto, sibuk nawar topi yang ga mau turun harganya dari 25 ribu sampai ketinggalan rombongan masuk. Sampai di candi memang luar biasa, panasnya poll, setelah puas foto – foto dan dapet foto bareng bule xixixi :p kami turun ke bawah. Dan belanja lagi.. ya amplopp…
Ada kisah lucu saat kami sibuk berburu belanja di Borobudur. Tadinya kami hanya menemani bu ghina yang akan mencari celana untuk anaknya, tapi memang dasar perempuan yang gatel tangannya ga bisa ngeliat barang bagus, pupus juga pertahanan kami yang tadinya ga mau belanja malah belanja lebih banyak dari bu ghina. Hahaha. Rok batik yang saya beli di pasar beringharjo ternyata disini Cuma 25 ribu, glekglek apes banget dachh. Lucunya bu ghina beli celana batik 50ribu dapet 3. Setalah kami berjalan pulang melewati toko lain, ada yang menawari celana yang sama tp 50 rb dapet 6 walalahhh apes lagi kite, malah semakin ke ujung tawarin harga semakin miring 50 rb dapet 7 wakakakak, pelajaran berharga dalam berbelanja nichhh hehehe ;p
Hasilnya ? kami ketinggalan naik bus lagi # geleng2 untung ga diturunin dijalan hehe :0
Oh ya ada cerita unik yang bikin kami happy luar biasa selama di Yogya.. apakah gerangan ? hehe yaitu kami secara tak sengaja mendapat keberuntungan mendiami kamir VIP selama 2 malam..cihuyyyy.. kok bisa sih? Satu lantai sama pimpinan harian dan wakilnya…asoyyyy dechh… cerita ini bermula dari kamar kami nomor 29 dan 30 yang sudah terisi. Entah kenapa jatah kamar kami di nomor tersebut sudah ada yang menempati yaitu anak – anak kost yang sudah lama menetap disana.

Sudah sedih – sedih ga dapet kamar akhirnya emang dasar nasib baik, ganti kamar kami malah dapet yang lebih baik, dengan fasilitas tempat tidur luas, kamar luas, air dikamar mandi menyala, TV ga semut yang akhirnya bisa nonton bola dengan nikmat. Banyak teman – teman kami di nomor 31 yang TVnya ‘grenyek’ ga ada gambar dan air kamar mandi ga nyala sampai numpang mandi dikamar mandi kami. Alhamdulillah Ya Allah …
Akhirnya senin pagi kami sampai di sekolah dengan selamat, Alhamdulilalh Wa Syukurillah.. safely home.. Thank You Allah atas segala nikmatMu..
Yogya tunggu aku lagi ya….

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

puisi perpisahan

Wow dapet pesenan nih…. Pesenan apa? Pesenan untuk membuat puisi…
Subhanallah… jadi terharu..hehehe.. akhirnya eksis juga di dunia kepenulisan dan mendapat respon dan tanggapan positif dari masyarakat.. alahgubraggg :p
Tapi berat juga ya..memikulnya… puisi perpisahan untuk seorang pimpinan harian yang aku “kurang” begitu mengenalnya. Kenapa aku “kurang” begitu mengenalnya ?? karena interaksi Beliau memang lebih banyak dengan para pimpinan sekolah, sedangkan interaksi dengan guru – guru walaupun sering mondar – mondar memang jarang sekali terlibat.
Begitulah, pada akhirnya aku harus siap menerima amanah ini dengan baik.
Walau belum ada ide puisi seperti apa yang akan dibuat, teteup semangat !
Biasanya pencarian ide itu datangnya di pagi hari setelah shalat subuh..
Nah ini memang waktu – waktu terbaik. Mengapa ?
Ya karena suasananya sangat tenang, apalagi hari minggu kebanyakan orang sangat malas untuk beranjak dari tempat tidur, kembali lelap dengan istirahatnya.
Nah biasanya ide ini juga muncul ketika shalat.. hmmm boleh ga ya.. saya juga kurang tahu pasti tapi banyak ide – ide yang muncul berterbangan ketika saya shalat.
Nah selanjutnya gimana nih kok dari tadi cerita terus kapan buat puisinya.. ?
Nah ini dia kurangnya data membuat saya jadi bingung..
Akhirnya saya minta bantuan bu ghina untuk sedikit menceritakan profil Pak Sofwan. Bu ghina ini yang kalau cerita tentang Pak Sofwan sampai nangis – nangis karena kebaikan yang pernah dilakukan Pak Sofwan. Memang apa saja sih yang telah diperbuat oleh Beliau ?
Salah satu teladan yang sangat kental tentang beliau adalah mengenai kejujuran.
Pak Sofwan adalah salah satu contoh pemimpin yang sangat menomorsatukan kejujuran. Dalam laporan keuangan, Beliau tidak mau ada satupun uang yang tidak jelas. Semua perhitungan harus transparan dan jelas. Makanya kami sangat salut dengan sifat Beliau ini yang secara tidak langsung Beliau mengajari kami dengan contoh dan tindakan riil. Bukan sekedar retorika. Kejujuran lebih mulia. Tidak banyak kata namun dengan tindakan langsung.
Ada satu lagi yang membuat bu Ghina menangis sejadi – jadinya ketika rapat karena menceritakan kebaikan Pak Sofwan. Beliau adalah orang yang paling berjasa bagi kami Guru – guru ajib. Karena perjuangan Beliaulah kami guru – guru sekarang mendapat berbagai fasilitas lebih yang tidak didapat oleh afilial lain di ajib. Seperti tunjangan pensiun, tunjangan transportasi dan tunjangan kesehatan.
Profil pimpinan seperti inilah yang akan dirindukan oleh kami guru – guru ajib.
Gurunya para guru
Sebutan ini mungkin yang pantas kami sandangkan untuk Bapak
Tanpa banyak kata Bapak telah mengajarkan banyak hal
Keteladanan yang Bapak contohkan adalah ilmu bagi kami
Kejujuran sifat mulia Bapak yang akan selalu kami ikuti
Empati bapak adalah wujud kasih sayang Bapak terhadap Kami
Perjuangan Bapak terhadap Kami bagaimanakah Kami membalasnya ?
Tak terasa tujuh tahun sudah pengabdian Bapak
Setelah lama merenda hari mengusung mimpi
Berat terasa kami lepaskan
Selamat tinggal cerita indah
Perpisahan bukanlah kehilangan
Hanya batas tipis antara kisah dan kenangan
Maafkan segala kekhilafan kami Pak
Tersenyumlah untuk kami setiap hari
Doakan kami anak – anak murid semua
Agar kami dapat menelurusi jejak langkahmu
Bapak .. kau akan selalu bersinar disanubari kami
Selamat jalan Pak

*bait 1 – 8 karangan saya
Selanjutnya copas puisi orang dengan penyesuaian disana – sini .. makasih om googling 🙂

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

SIAPA YANG TAK PERNAH KALAH ???

Kemarin seru banget bisa teriak – teriak lepas ditengah lapangan sekolah
Haahhhh ? kok teriak – teriak ?
Teriak disini bukan sembarang teriak loch tapi teriak menyemangati anak – anak yang sedang bertanding futsal ditengah lapangan.
Setiap hari selasa jam pertama adalah jam pelajaran olahraga. Anak – anak bergembira hari ini,karena katanya akan ada pertandingan dengan kelas dua. Beberapa anak secara khusus membawa sepatu bola lengkap dengan kaos kaki panjangnya.
Sebenarnya aku sebagai Guru tidak terlalu memperhatikan pertandingan ini, karena ini bukan pertandingan class meeting ‘yang bergengsi ‘ tapi cuma pertandingan dadakan karena Pak Sugi Guru olahraga kelas dua sedang ikut sertifikasi sehingga jam pelajaran olahraga kelas 1 dan 2 digabung.
Setelah mengantarkan anak – anak kelapangan, aku kembali lagi ke kelas karena ada setumpuk kerjaan yang menanti untuk dikoreksi. 30 menit setelah pelajaran olaharaga berlangsung, aku kembali lagi ke lapangan untuk mengecek anak – anak.
Ternyata hasil pertandingan sedang genting – gentingnya. Kelas kami ketinggalan 4 gol tanpa lawan. Waduhhh, saya sebagai Guru langsung ‘sibuk’ teriak – teriak menyemangati anak – anak dilapangan. Namun, karena lawannya kelas 2 yang secara fisik badannya sudah lebih besar, apalagi tehnik permainannnya juga sudah lebih matang. Kelas kami terus tertinggal sampai 7 gol tanpa balas. Hahahah walau begitu teriakan semangat tanpa henti kutujukan untuk murid – muridku.
Sempat ada accident dilapangan, Falah sang penjaga gawang kepalanya terbentur bola, tepat dikeningnya. Namun karena spirit pertandingan, Falah mendapat sugesti dari Guru olahraga, Pak Abi untuk tidak boleh menangis dan tetap menjaga gawang walau air matanya sudah hampir meleleh. Heheh :0
Akhirnya usaha kami berbuah juga, Bintang sesuai namanya memang jadi bintang dilapangan hijau dengan menyumbangkan 2 gol. Dan Dipta sahabat sejatinya juga menyumbangkan 2 gol sehingga kelas kami walaupun kalah, tapi kalah yang bergengsi karena memberikan juga sedikit perlawanan.
Pertandingan berakhir dengan skor 13 – 4.
Hehehe walau kalah telak , anak – anak kami ajarkan untuk berlaku sportif menyalami kakak kelas dan bertos ria bareng setelah pertandingan.
Walau ada yang menggerutu, karena kekalahan, sejatinya anak – anak banyak belajar di pertandingan kali ini. Dikelas aku kembali menssugesti anak – anak bahwa kalah menang dalam pertandingan adalah hal yang wajar. Kalau kita kalah berarti kita ada kesempatan untuk terus belajar.
Kadang sebagai orang dewasapun banyak yang tidak bisa menerima teori “ kalah “ dalam hidupnya .
Baik itu kalah dalam pertandingan untuk memenangkan sebuah perlombaan demi sebuah piala, sertifikat bahkan hadiah yang menarik. Ataupun kalah dalam arti yang “sesungguhnya”. Gagal dalam kehidupan, karir, usaha, pendidikan, dan lain sebagainya.
Terkadang orang beranggapan kalah itu jelek, buruk, tidak baik. Kekalahan dianggap sebagai harga mati dari sebuah kegagalan.
Padahal, Siapa disini yang tak pernah mengalami kekalahan dalam hidupnya ?
Bahkan seorang Rasulullah SAW pernah mengalamai kekalahan. Yaitu saat terjadinya perang uhud. Ketika pasukan pemanah melanggar perintah Nabi SAW pada peperangan Uhud dengan meninggalkan posnya di atas gunung, lalu turut berebut rampasan. Pasukan kaum muslimin akhirnya terpukul mundur, dikucar-kacirkan oleh musuh sampai kalah.
Peristiwa ini menjadi satu pelajaran bagi kaum muslimin untuk menyadarkan kaum muslimin dan merupakan bentuk teguran dari Allah SWT. Sehingga benar-benar menjadi orang yang ikhlas, bersih dari cacat dosa. Kalau lulus ujian itu, jelaslah bahwa dia adalah orang yang bersih dan suci, sebagaimana halnya emas, baru dapat diketahui keasliannya sesudah diasah, dibakar dan diuji dengan air keras. *****http://annajahsolo.wordpress.com/2012/02/24/hikmah-sebuah-kekalahan/
Lalu, Siapa yang gak kenal sama bos nya Microsoft ? Dia adalah William Henry Gates atau kita mengenalnya Bill Gates. Gates adalah salah satu pengusaha yang revolusioner dalam dunia komputer pribadi. Kehebatannya sudah tidak diragukan lagi. Orang-orang sangat megaguminya karena apa yang ia lakukan. Diabalik usahanya yang super sukses dan menjadikannya manusia terkaya di dunia,
Siapa bilang Gates tidak pernah mengalami kekalahan ? Gates pernah gagal dan memberi kesempatan kepada dirinya untuk meyakini kegagalan sebagai bagian proses untuk mendesain rencana-rencana yang lebih baru, lebih segar, lebih fokus dan lebih memberi manfaat. ***** http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2012/04/17/memberi-kunci-sukses-bill-gates/
Bahkan seorang Thomas Alva Edison pun dulu adalah orang yang kalah. Ketika Ia berusia 4 tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke rumahnya membawa secarik kertas dari gurunya. Ibunya pun membaca kertas tersebut yang berisi, “Tommy, anak ibu, sangat bodoh. Kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari sekolah.” Sang ibu terhenyak membaca surat ini, namun ia segera membuat tekad yang teguh, ”anak saya Tommy, bukan anak bodoh. Saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar dia. ”Tommy kecil adalah Thomas Alva Edison yang kita kenal sekarang, salah satu penemu terbesar di dunia. Dia hanya bersekolah sekitar 3 bulan, dan secara fisik agak tuli, namun itu semua ternyata bukan penghalang untuk terus maju. Siapa yang sebelumnya menyangka bahwa bocah tuli yang bodoh sampai-sampai diminta keluar dari sekolah, akhirnya bisa menjadi seorang genius?***** http://fariz.grafisia.com/misc/7-orang-sukses-berawal-dari-kegagalan/
Jadi, masih takut kalah? Masih takut gagal ?
Kalah ?
Siapa takut !!!

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Erlangga mengajakku “ lebih dekat dengan alam “

* tulisan ini dikirim untuk lomba menulis guru yang diselenggarakan oleh erlangga

Semua murid pasti punya mata pelajaran favorit, begitupun dengan guru. Kami menyebutnya mata pengajaran favorit. Nah ini dia, mata pengajaran favoritku selama mengajar dikelas satu. Yaitu Pendidikan Lingkungan Hidup atau biasa disingkat PLH . Dengan panduan buku terbitan erlangga, memudahkanku dalam mengajar.
Di pelajaran ini memang lebih banyak praktek ketimbang teori, ini yang menjadikannya semakin menarik. Mengajarkan anak untuk lebih dekat dengan alam, menarik minat siswa – siswiku. Walau pelajaran ini ‘hanyalah’ pelajaran muatan lokal dengan durasi satu jam mata pelajaran perminggu, tidak menjadikan PLH dipandang sebelah mata, justru sebagian besar muridku sangat menyukainya. Hmmm benarkah ?
Menyiram tanaman adalah praktik yang paling disukai anak – anak. Dilakukan di pagi hari, anak – anak dengan sukarela menyiram tanaman disekitar taman sekolah dengan riang gembira. Membawa ceret penyiram tanaman yang sebenarnya ‘lumayan’ berat bagi siswa kelas satu, tapi karena diselingi dengan adegan ciprat – ciprat air bersama teman – teman, tentu saja jadi kegiatan yang sangat mengasyikkan.
Bab 1 buku erlangga, mengajak anak – anak memiliki pola hidup bersih dan sehat. Tentu saja agar siswa – siswi kami memiliki sikap awareness terhadap lingkungan sekitarnya terutama kelas mereka, praktek kerja bakti harus dilaksanakan setiap hari, bahkan setiap menit harus terus diingatkan. Untuk memotivasi anak – anak terbiasa merapihkan barang – barangnya, kami menciptakan lagu “ clean up – clean up, everybody please clean up, clean – clean up put your things away !“. Jadi setiap kami menyanyikan lagu ini, siswa –siswi kami secara spontan langsung merapihkan barang dilokernya, membuang sampah yang berserakan dilantai, memperbaiki posisi meja yang miring dan lain sebagainya. Alhamdulillah… 
Lingkungan biotik dan abiotik dikenalkan di bab 2 buku PLH karya erlangga. Dalam materi ini siswa – siswiku selain diajak mengenal jenis – jenis lingkungan biotik juga diajak membedakan jenis – jenis sampah. Kami juga melaksanakan kegiatan praktik berupa memanfaatkan koran bekas lalu dibuat menjadi piring. Walau kegiatan praktik ini terbilang sulit yaitu dengan memblender koran sampai seperti bubur, didiamkan seharian baru bisa dibentuk piring lalau dijemur. Begitulah kami mengajarkan bahwa belajar adalah sebuah proses.
Kegiatan selanjutnya diBab 3 buku PLH lebih menarik, dengan tema aku dan tanamanku, anak – anak diajarkan menanam bunga di pot bunga. Dari mulai memberi pupuk, mengaduk / menggemburkan tanah, menanamnya, menyiramnya dengan air dan merawatnya sampai ia tumbuh besar. Biasanya ketertarikan anak – anak menanam bunga bertahan satu sampai dua minggu saja, selanjutnya tugas guru yang mengingatkan bahwa tanaman itu harus dirawat, hingga tanaman tersebut tumbuh indah mengitari taman sekolah.
Bencana alam ( Bab 4 ) juga merupakan salah satu tema favoritku dalam mengajar. Karena sifatnya baru berupa pengenalan terhadap macam – macam bencana, biasanya kami mengisinya dengan kegiatan nonton film bareng. Film yang diputar berupa potongan film pendek yang diambil dari you tube. Kegiatan nonton film pasti jadi kegiatan yang selalu membuat antusiasme siswa meningkat. Dengan menonton film bencana tsunami di Aceh, rasa solidaridatas dan tolerasi siswa juga bisa kita gali disini, jadi bukan sekedar nonton film saja loh.
Untuk tema bencana alam ini, kami juga pernah mengundang tim dari luar sekolah untuk membantu kami mengenalkan cara bersiap siaga menangani gempa. Tim ACT ( Aksi Cepat Tanggap ) mengadakan simulasi bila gempa benar – benar terjadi disekolah. Dengan dibunyikannya sirine tiga kali itu pertanda ada gempa, yang berarti siswa – siswi harus menyelamatkan diri dengan berkumpul dilapangan terbuka.
Ada lagu khusus yang jadi jargon kami dalam mengajarkan materi tentang gempa ini. Lagu yang diajarkan tim ACT ini sangat memudahkan siswa – siswa kami. Dengan mengingatnya melalui sebuah lagu, anak – anak jadi mudah menghafalnya apalagi lagu ini juga diiringi dengan gerakan sebagai pelengkap. Seperti ini contoh lagunya yang dinyanyikan seperti nada lagu dua mata saya.
Kalau ada gempa, lindungi kepala
Kalau ada gempa, ngumpet dikolong meja
Kalau ada gempa, jauhi dari kaca
Kalau ada gempa, lari kelapangan terbuka
Toret – toret jreng
Di bab terakhir buku Pendidikan Lingkungan Hidup penerbit Erlangga kelas satu, anak – anak diminta membuat hasil karya dari barang bekas. Peralatan yang dibutuhkan mudah saja, hanya perlu membawa satu botol air mineral bekas. Dan peralatan pendukung yang disediakan dari sekolah.
Anak – anak sangat antusias membuat hasil karya berupa boneka – bonekaan sapi. Walaupun berasal dari bahan daur ulang, tentu saja hasilnya tak kalah menarik dengan boneka sungguhan. Makanya siswa – siswiku sangat senang dengan hasil karya ini. Tak sabar untuk segera membawa pulang kerumah untuk diperlihatkan ke orangtua, kakak atau adiknya.
Karena materi dibab ini adalah materi yang terakhir, anak – anak tidak bisa langsung membawa hasil karya mereka begitu saja. Pameran kelas diakhir tahun pelajaran nanti, akan memamerkan seluruh hasil karya siswa. Hasil karya ini akan diperjualbelikan, orangtualah yang akan membeli hasil karya anak – anaknya. Uang yang terkumpul akan disumbangkan kembali kepada yang membutuhkan.
Begitulah cerita singkat mengenai pengajaran favoritku, bagaimana denganmu? Yuk sharing bersama…

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

simbiosis mutualisme

Rumah keduaku adalah sekolah, dimana setiap senin sampai jumat aku menghabiskan waktunya disana, dan bertemu banyak orang disana. Dari mulai, siswa, rekan – rekan guru SD dan juga TK, wakil kepala sekolah, kepala sekolah, pimpinan harian , wakil pimpinan harian, tata usaha, sekretaris, pramubakti sekolah, satpam, native speaker , driver transchool siswa, driver sekolah, pak joni abang bakso sekolah, ibu kantin, abang penjual burger, mba – mba penjual jagung manis, abang fotocopyan, Ibu penjual jus yang juga orang tua murid, orang tua murid dengan latar belakang usia dan profesi yang berbeda – beda, penjemput siswa yang biasanya macam – macam juga ‘jenis’nya ada oma, opa, mba – nya, tante -nya,tetangga – nya ( hadeeeh tetangga kok ikut – ikutan yeee ), sopir pribadi, om-nya, sampai tukang ojek langganan… mau ga mau aku banyak bertemu dengan orang dari berbagai kalangan dan profesi dan tentu saja juga memperhatikan orang – orang tersebut…

Wah ternyata sekolah banyak membuka lapangan pekerjaan juga ya? Tentuuuu ibarrat simbiosis mutualisme, semua mendukung proses kegiatan belajar yang intinya mengerucut pada satu hal : sesuai dengan pembukaan Undang – Undang Dasar 1945 , gaya bettt : ) … kami ingin mencerdaskan kehidupan bangsa, yang ternyata walau secara de facto beban itu ada di pundak Guru, namun secara de jure, guru juga butuh variabel – variabel pendukung untuk membantu tugasnya… udeh kaya skripsi yee : )
1. Sebut saja, Kepala Sekolah, seorang Guru pasti butuh ‘pertolongan’ Kepala sekolah atau Kepalanya guru – guru ini, sebagai tempat bertanya, pemberi petunjuk serta pedoman agar Guru senantiasa berjalan di ‘rel’nya….
2. Pimpinan Harian / Wakilnya, walau secara ‘tidak langsung” bersentuhan dengan guru – guru, sejatinya beliau berdua juga ‘turut’ memikirkan nasib guru – guru. Apalagi Bapak Wakil Pimpinan harian disekolah kami juga berperan sebagai ‘Guru Agama’nya Guru – guru, yang senantiasa mengingatkan kami untuk terus meluruskan niat dan menjaga keikhlasan dalam mengajar.. terima Kasih Pak.. : )
3. Begitu juga dengan peran rekan – reka Guru sejawatnya, mutlak diperlukan, sebagai sarana sharing ilmu yang pastinya tiap Guru punya pengalaman – pengalaman yang berbeda dalam mengajar.
4. Tata usaha sekolah / sekretaris, juga punya peran penting lhooo, mereka adalah orang pertama yang membantu segala keperluan guru dari mulai surat menyurat, minta raport, buku, pulpen, sampe hal remeh temeh nitip fotocopyan soal..mereka ini ibarat manajernya guru… uhuyyy : 0
5. Tata usaha / keuangan nah ini juga nih yang banyak membantu tugas guru, coba bayangin kalau urusan keuangan juga harus Guru yang pegang kendali, kebayang deh ribetnya, megang uang qurban aj udah pusying tujuh keliling :0
6. Jangan lupakan peran pramubakti sekolah lohhh, kalau mereka ga ada, di jamin Guru – guru bakal kelimpungan membersihkan kelas, membereskan ‘kekacauan’ dikelas yang terjadi setelah proses pembelajaran, membetulkan peralatan yang ada di sekolah, bahkan Guru bisa ga jadi ngajar karena kelaperan ga ada yang bawain makanan, nah gaswat kan?
7. Lainhalnya peran driver transchool sekolah, wah penting banget tuh, mereka inilah yang mengantar dan membawa pulang murid – murid kita dengan selamat sampai tujuan sampai disekolah. Coba bayangkan kalau drivernya pada sakit semua, pasti sekolah juga jadi liburkan karena murid – muridnya ga masuk semua… hehe
8. Peran yang juga tak kalah penting yaitu peran para satpam sekolah yang senantiasa menjadi garda terdepan di pintu gerbang sekolah, wah jangan meremehkan mereka ya, kalau ga ada mereka bisa runyam mobil – mobil saling bertabrakan karena ga ada yang mengatur dan motor – motor Ibu / bapak Guru bisa ‘’raib” karena ga ada yang menjaga..mana kredit belom lunas lagi ckckckck…
9. Peran Pak Joni abang bakso disekolah kami juga sangat berjasa besar lhooo… coba kalau Pak Joni ga dagang sehari aje, pasti semua Guru and murid kelimpungan + kelaperan ga ada jajanan, juga betapa besar jasa Pak Joni ini yang sering diutangin sama guru – guru … tapi tetep nerima pesanan dari guru – guru dengan ikhlas walau bayarnya habis bulan.. pengalaman pribadi nicchh xixix : )..makanya bakso Pak Joni itu laris manis tanjung kimpul karena berkah banget suka bantuin Guru – guru,, maknyos dech pokoke…
10. Abang fotocpyan, nah ini yang dicari and ditungguin Guru – guru setiap pagi, pokoknya kalau dia sampai ga dateng cemas dechh, harus ditelponin saking pentingnya, soalnya fotocopyannya mau dipake ulangan pagi ini jam 8 pagi… berabe dechh kalo abang fotocopyan ini ga dateng … 😮
11. Tukang ojek langganan , jangan salah loh, peran mereka penting sekali dalam profesi kami. Karena mereka kami, jadi ga terlambat sampai sekolah, apalagi bilang “ngebut baaaaaaaang… “ dijamin sampai sekolah tepat waktu ga kena kartu merah si mesin amano heheh.. selain itu, mereka juga berjasa sebagai penjemput siswa / siswi kami. Contact phone number HP saya sampai penuh sama nomor – nomor tukang ojek langganan siswa – siswi kami. Jadi kalau telat jemput, tinggal sms, canggihkan : )
12. Siapa lagi yang belum kesebut disini.. ??

Sungguh jasa mereka sangat besar, tanpa bantuan mereka, tentulah kami seorang guru saja, takkan mampu mengemban tugas kami dengan maksimal… dan jasa mereka tak pernah disebut oleh sebuah lagu_ Pahlawan tanpa tanda jasa seperti lagu untuk Guru, tak pernah ada Hari yang memperingatinya_Hari Guru setiap 25 November, tak pernah ada tunjangan khusus untuk mereka_ sertifikasi dan lain lain, tak pernah dipikirkan kenaikan gajinya secara serius oleh pemerintah … tak terungkapkan oleh symbol atau apalah yang biasanya selalu melekat pada guru
Namun satu yang pasti tanpa keberadaan mereka, Guru sungguh bukan ‘apa – apa’…
Two thumbs up yukk buat mereka, Give applause dan ucapkan Terima Kasih kepada mereka…
Thank You… Bu Mia, Pak Sofwan, Pak Asep, Bu Fitri, Pak Ade, Bu Retno, Bu Yuni, Bu Erni, Mb maryam, Mb Ety, Pak Thoif, Pak Naya, Pak Imam, Pak Wahyu, Pak Romadhon, Pak Maulana, Pak Maman, Pak Tedja, Pak Madong, Pak Irvan, Pak Ridwan, Pak Sobur, Om Jerry, Pak Isro, Pak Joni, Mas – mas adam fotocopyan yang namanya ga pernah kita ketahui, Pak Sigit, Pak Raymond dan lain sebagainya… terima kasih… terima kasih banyak..

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized