Bisakah kami yang muda – muda ini mencontoh beliau….

Siang tadi jam pelajaran dipercepat kepulangannya 10 menit. Wah tumben – tumbenan nih.. memang ada apa sih? Ya. Karena guru – guru mau pergi menjenguk rekan sekaligus Ibu kami disekolah yang sedang sakit pasca operasi sinusnya. Jadi beramai – ramailah, Ibu dan Bapak guru konvoi sebagian naik motor dan juga mobil menuju rumah sakit.
Memang siapa guru yang begitu spesial ini? Sampai kepulangan sekolah harus dipercepat 10 menit ? ini dia yang membedakannya dengan guru lain. Guru senior kita ini memang tiada duanya di ajib. Miss Y , begitu saja kita menyapanya. Jam terbang yang sudah 20 tahun lebih mengarungi ajib, siapa yang bisa memandangnya sebelah mata.
Saya sendiri merasa punya hubungan “special” dan kedekatan emosional dengan ibu kita yang satu ini. Suatu sore saat hari – hari ujian, semua guru sibuk melaksanakan tugasnya mengoreksi hasil UAS secara berjamaah. Hari semakin sore, ada yang sudah meyeleseikan tugasnya segera beranjak pulang, ada juga yang masih ‘betah’ berkutat dengan hasil ujian anak – anak. Saya dan miss Y, masih berkutat dengan pekerjaan yang sama. Satu persatu guru lain beranjak pulang hingga saya tinggal berdua saja dengan Belaiu.
Karena saya guru kelas 1, tugas saya mengisi raport pertama, cukup menyita waktu dan perhatiannya saya. Karena pengisiannya membutuhkan konsentrasi lebih yaitu menyangkut dokumen penting siswa seperti menulis biodata dan lain sebagainya. Miss Y berkata, tenang saja bu, kita bareng, saya juga masih banyak yang harus dinilai. Jadilah saya berdua hari itu lembur bersama Beliau sampai malam. Sungguh saya terharu dengan sebentuk perhatian beliau.
Jadi ketika Beliau butuh bantuan, pasti saya tak segan – segan ‘harus’ jadi orang pertama yang sigap membantu Belaiu. Suatu saat, saya melihat Beliau mengerjakan analisis soal ulangan yang harus menggunakan excel dengan mata bersipit – sipit dan lama sekali mengerjakannya. Padahal kalau saya paling Cuma 10 menit, hehe #somse dechh … melihat keadaan yang demikian, dalam hati, inilah kesempatan saya membalas kebaikan Beliau kemarin, jadi saya membantu Beliau meng- analisis hasil ulangan. Dan teman – teman tahu apa yang terjadi ? Beliau “membalas” sedikit pertolongan saya itu dengan mentraktir mie ayam…..woww kalah lagi deh saya  niatnya mau membalas kebaikan, ternyata Beliau lebih dulu yang membalas kebaikan…Subhanallah
Ibu kita yang satu ini terkenal sekali dengan sikap kedisiplinannya, wanita perkasa yang pernah ku kenal.. rumahnya paling jauh, tapi selalu datang paling pagi.. sepenglihatanku miss Y ini ga pernah ga masuk alias ga pernah bolos kerja atau izin sakit.. pernah ga masuk 10 hari dalam rangka urusan sertifikasi,- yang memang wajib,- selebihnya Beliau, walau dalam keadaan sakit, meriang, ga enak badan, diare bahkan ketika ia terjatuh dari tangga, beliau tetap masuk ke sekolah meskipun dengan kondisi yang tidak memungkinkan yaitu jalannya terpincang – pincang di USAHAKAN sekali untuk hadir,… mengapa? Karena guru di nilai karena kehadirannya.. kedatangannya untuk mengajarlah yang dinilai begitu berharga, bandingkan dengan pekerjaan lain, missal….. blom ketemu…yang cocok hehe
Selain disiplin, miss Y ini sangat terkenal dengan ketegasannya.. jangankan anak –anak, orangtua-pun sepertinya segan dengannya.. mungkin karena karisma juga karena ke-seniorannya.
Kelas Beliau terkenal paling rapih, bersih, pokoknya the best class lah. Beliau selalu membiasakan disiplin sejak kecil, begitu bel tanda masuk berbunyi anak –anak langsung tertib berbaris dengan teratur tanpa perlu diteriaki terlebih dahulu.. resepnya apa ya kira – kira ?:0, bahkan katanya jangankan anak –anak, buku – buku saja, sampe baris begitu Beliau datang,heheheh 
Soal mengerjakan tugas, jangan ditanya.. siapa yang paling cepat dan perfect,, bisa dipastikan seluruh tangan menunjuk beliau.. dalam pengumpulan tugas missal rpp, silabus yang paling pertama ngumpulin pasti miss Y, acung jempol dehhh, kami yang muda – muda ini merasa malu dengan semangat kerja Beliau yang begitu berdedikasi tinggi.
Bahkan untuk urusan remeh temeh, seperti buku absent siswa, aku pernah mengeceknya..luarr biasaaa!. … Persentase harian-pun sudah dihitung lengkap dengan tanda tangan padahal ga ada kolom tandan tangan, inisiatif buatan miss Y sendiri, ckckckck
Dalam kepanitiaan kegiatan sekolah, miss Y acap kali selalu ditunjuk sebagai ketua, sepak terjangnya jangan ditanya… pulang sampai malam akan dijabaninya kalau pekerjaan yang dilakukannya belum selesei, tanggung jawabnya terhadap amanah yang diberikan kepadanya pasti tak akan pernah disia-siakan begitu saja.
Salut sekali untuk miss Y, bisakah kami yang muda – muda ini mencontoh beliau….
Itu baru sekelumit kisah miss Y di sekolah, lalu bagaimana dengan kegiatan Beliau dirumahnya bersama keluarganya?
Ternyata…. Setelah mengajar beliau harus menjalankan setumpuk tugas sebagai seorang ibu dari kedua putranya. Dan harus bangun pagi keesokan paginya pukul 4 pagi karena harus memasak dan harus segera berangkat pukul 5 pagi agar tidak terlambat sampai sekolah.
Beliau adalah seorang Ibu yang tidak pernah mengeluh, seingatku miss Y tidak pernah bercerita mengenai masalah keluarganya.
Hari ini, kami menjenguk Beliau yang sedang terbaring lemah tak berdaya di atas tempat tidur.
Sebenarnya sudah seminggu ini, miss Y berwajah pucat, hilang semangat dan terus mengeluh migrainnya kambuh, sakit kepala yang teramat sakit. Tapi karena kesibukan jelang pembagian raport pra blp, keluhan beliau lewat begitu saja ditelan kesibukan, itu karena begitu amanahnya beliau terhadap pekerjaannya. Beliau juga, tetap semangat menyeleseikan raportnya dan turut hadir saat pembagian raport dengan wajah yang begitu pucat. Dan benar, hari senin kami mendengar kabar bahwa, beliau akan segera dioperasi.
Ketika kami datang kerumah sakit, dengan hidungnya memakai masker, kami hanya bisa menatap mata beliau yang tampak berkaca – kaca terharu dengan kedatangan kami. Adab menjenguk orang sakit, selain kita bermusahabah bahwa bisa jadi, esok – esok mungkin kita yang akan terbaring sakit_syukur nikmat sehat tentu saja juga mendoakan si sakit agar Allah SWT segera mengangkat penyakitnya.
Mulailah pak mohtari, guru agama kami, mendoakan

الشَّافِيْ،لاَشِفَاءَإِلاَّشِفَاؤُكَ،شِفَاءًلاَيُغَادِرُسَقَمًا
“Ya Allah, Rabb Pemelihara manusia, hilangkanlah penyakit ini dan
sembuhkanlah, Engkau-lah Yang Maha Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan
melainkan hanya kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan
sedikit pun penyakit

Yang membuat saya terharu sekaligus menangis, ketika berpamitan pulang, kami satu persatu bersalaman dengan beliau. Kebetulan saya bersalaman paling akhir, dibelakang bu ghina yang merupakan sahabat baik beliau. Lama sekali Beliau bersalaman dengan bu ghina, sampai keduanya bercucuran air mata. Tibalah giliran saya bersalaman langsung dengan Beliau, yang membuat air mata saya ikut tumpah adalah ketika Beliau mengatakan minta maaf dan mengucapkan terima kasih karena saya suka membantu beliau menganalisis soal. Sungguh hanya itu yang bisa saya bantu dan saya tak menyangka Beliau begitu mengingat pertolongan kecil saya itu….
Syafakillah miss Y, semoga lekas pulih…. Amien Ya Robbalalamin
*kisah ini ditulis bukan sengaja dibuat – buat atau dilebih – lebihkan, tapi truly depply from bottom of my heart dan merupakan kejadian nyata yang dialami penulis…
Ohya ada tim editornya loh yaitu guru bahasa Indonesia kita, siapa lagi kalau bukan Bu Ghina yang cantiq 

Iklan

2 Komentar

Filed under Uncategorized

I N I S I A T I F

I N I S I A T I F
Pagi yang penuh semangat ini diawali dengan sarapan pembuka dari guru yang berjudul I N I S I A T I F hmphh kenapa pagi – pagi sudah ngomongin inisiatif… begini ceritanya
Saat pembacaan / tadarus di pagi hari, dua anak ‘ribut’ bertengkar mengenai posisi duduk di karpet. Mereka saling kekeuh, saling nyuruh, saling ‘ngomel’ untuk menggeser posisi duduk ketempat yang kosong. Keduanya saling ‘ngotot’, tidak mau menggeser posisi duduk, padahal disebelahnya tempat duduk masih lega dibanding tempat duduk mereka sekarang yang harus berdempet – dempet, sesak – sesakan dipinggir karpet.
Mulailah bu guru menceritakan tentang kata I N I S I A T I F yang mayoritas anak kelas 1 SD, belum paham betul makna dan arti kata tersebut.
Anak – anak tahu kata I N I S I A T I F ? Kebanyakan mereka menggeleng. I N I S I A T I F itu pelopor….. pelopor apa ya bu?… begini contohnya.. ketika anak – anak sedang bersepeda ria di sore hari, tiba – tiba ditengah jalan raya yang biasa dilalui kendaraan mobil atau motor, anak – anak melihat sebuah paku yang cukup besar.
Paku itu kalau mengenai kendaraan mengakibatkan ban kendaraan jadi kempes, bisa mecelekai pengemudinya, mencelakai pejalan kaki dan lain sebagainya. Nah …… orang yang I N I S I A T I F itu, adalah orang yang mengambil paku tersebut dijalan dan membuangnya ke tempat sampah. Sehingga orang yang akan melewati jalan raya akan aman bebas hambatan, dengan begitu kita berarti sudah menjadi ‘pahlawan’ yang menyelamatkan banyak orang.
Siapa disini yang mau jadi pahlawan? Semuanya tunjuk tangan. Jadi kalo ada tempat duduk yang sudah penuh, kenapa tidak kita yang I N I S I A T I F pindah tanpa menunggu orang lain untuk pindah. Sama halnya ketika ada paku dijalan raya tadi, kalo kita hanya pasif menunggu tukang sampah yang akan membersihkan paku, bagaimana jadinya kalau ada kendaraan yang lewat sebelum paku itu dibersihkan?
Jadi I N I S I A T I F itu bersegera, tidak menunggu orang lain, tidak menunggu disuruh oleh bu guru, kita sendiri yang spontan melakukan kebaikan untuk sesama. Mulai hari ini, siapa yang bisa jadi “pahlawan”, melakukan I N I S I A T I F akan Ibu beri dua bintang. Anak – anak begitu mendengar kata bintang langsung semangat, dengan mata yang berbinar – binar. Wah berarti ini belum inisiatif ya? Baru sebatas karena bintang saja. Tapi beginilah menerapkan pembiasaan pada anak – anak. Agar mereka terbiasa melakukan hal – hal yang baik, berulang – ulang sejak kecil.
Laporan perkembangan medali bintang karena I N I S I A T I F ini terus berlanjut, ada Hafizh yang hari ini punya I N I S I A T I F mengambilkan bola temannya yang tersangkut. Ada Farel yang ber I N I S I A T I F, mengingatkan temannya yang belum merapihkan baju olahraga. Ada endra yang I N I S I A T I F, mengembalikan kunciran rambut teman perempuannya yang terjatuh. Ada bintang yang I N I S I A T I F menolong farel yang kaos kakinya tersangkut di gantungan tas.
Tapiiii, banyak juga yang mengaku – aku telah melakukan I N I S I A T I F, bu tadi aku sudah begini loh.. begitu loh hmphhh susye juge yeee klo begini xixixi 
Ohya mulai agak serius, ketika kami mengajarkan I N I S I A T I F sedini mungkin kepada anak – anak kami, paradoksnya kami melihat I N I S I A T I F ini begitu jarang ‘terlihat’ dalam dunia nyata yang fana ini # helehh… Dalam dunia maya bagaimana ayo?xixixi. Begitulah orang zaman sekarang, mulai jarang ber I N I S I A T I F. dijalan – jalan , busway, mall jarang sekali ada orang yang dengan I N I S I A T I F tinggi dengan tulus menolong orang lain. Mungkin teman – teman disini juga sudah sering, melihat, mendengar, membaca dengan mata, hati dan telinga bahwa I N I S I A T I F ini seperti hilang ditelan bumi. Contoh kecil, kalau ada sampah di dekat kita, apa kita akan I N I S I A T I F membuangnya ke tempat sampah dengan sukarela? #nulis enak yakkk? Daleeeeeeeemmmm 

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Dunia anak – anak sungguh dunia yang lucu dan membahagiakan

Sebut saja murid saya FAR, anak pintar, patuh, g neko – neko, hobby baca buku, the best in the class alias jawara no 1 dalam pelajaran
Murid saya yang satu lagi FAL temannya, mempunyai sifat yang bertolak belakang dengan far.. pintar juga siiiii  , tapi blom bs baca, tulisannya awut – awutan ( yang kadang ga bisa dibaca sendiri) cenderung pembangkang, hobbynya? Buat keributan..
Anehnya???…hmmmmm luar biasa.. mereka bersahabat!
istirahat sering bersama, entah moment apa yang membuat mereka jadi dekat saya kurang tahu pasti..
Suatu saat saya meminta anak –anak membuat sebuah karangan dalam pelajaran bahasa Indonesia dengan tema sahabatku…
Sebagai guru kelas 1 dimana anak – anaknya baru lancar membaca, saya perlu mencontohkan dulu seperti apa karangan sahabatku itu..
Sahabatku
Aku punya sahabat bernama ayu. Aku kenal ayu sudah sejak tk. Aku senang sekali bermain dengannya. Kami biasa bermain sepeda di sore hari..blablabla,,, contoh silahkan kembangkan sendiri
Tiba- tiba.. setelah saya persilahkan anak – anak untuk mengarang, FAR maju ke depan dan bertanya…ibuuuu, sahabat saya FAL, tapi dia bandel, bagaimana buuuu?
Sungguh saya terkejut sekaligus geli, ternyata FAR menyadari juga ya, kalau FAL ituu ‘bandel’ menurut dia.. hehe ada ambiguitas juga dalam dirinya dimana dia harus menerima segala kelebihan dan kekurangan sahabatnya..
Tentu saja sebagai guru saya harus menjawab dan menjelaskan ‘ sebagus’ mungkin..hehe :0
Gpp FAR, tulis saja, apa yang membuat kamu suka dengan FAL, mengapa kamu mau berteman dengannya dan lebih jauh itu, saya mengajak FAR untuk mengajak FAL sahabatnya, mengikuti jejaknya menjadi anak yang baik.. wow jawaban yang sungguh …hehe 
Mau tahu isi karangan FAR… ? ( di kutip langsung dari buku tulis Far )
Fal adalah sahabatku. Fal baik dengan sendirinya pas semester 2 komputer dan Fal bermain. Aku dia merencanakan main matriks dan transformer .. bla bla karangan anak kelas 1 dechh
Bagaiman dengan FAL? Apa yang ditulisnya apa dia juga menganggap FAR sebagai sahabatnya?
Sayangnya FAL karena belum lancar membaca, apalagi menulis belum sempat menyelesaikan karangannya.. hingga suatu saat saya mendapatinya ketika yang lain sedang istirahat, FAL belum bisa istirahat karena belum menyeleseikan tugasnya , sahabatnya, FAR menungguinya.. FAL berkata kpd FAR “kamukan temenku tungguin aku y…” ehemmm..so sweet :0 # guru lebayyy xixixixi
Anak – anak sesuai perkembangan usianya, mengarang diluar dugaan saya.. lebih bagus dari contoh gurunya
Ini karangan raf siswa laki – laki
San adalah sahabatku. Aku senang bermain dengannya. Kadang – kadang aku suka lewat rumahnya. Aku sudah lama tidak bertemu dengannya semenjak tk sampai sd. Waktu itu ternyata endra sekolah di situ, ternyata aku bertemu dengan endra. Tapi waktu dulu endra pendiam sekali, pas endra sudah tidak pendiam, aku bahagia. Aku juga sering kerumahnya.
Lain lagi dengan siswi perempuan, begini karangannya
Aku berteman dengan maz. Aku sangat sayang maz karena baik. Aku suka sekali dia berhati mulia. Aku berteman dengan dia dari tk, aku harap aku mempunyai adik yang berhati mulia seperti maz. Yang aku harap kemanapun aku pergi aku akan selalu ingat mazaya. 

2 Komentar

Filed under Uncategorized

bukan sekedar ngajar ” biasa ” …

Steve job butuh 8 jam sehari bahkan lebih untuk menjadi orang yang ahli dalam bidang computer.. patokannya jelas dia bisa menguasai seluruh perangkat computer hingga bisa menciptakan apple yang mendunia
Hatiku bertanya – tanya kalau guru?? Dimana ia harus memfokuskan 8 jam / harinya agar menjadi guru yang ‘ahli’…
Berikut tugas- tugasku sebagai guru :
1. Pertama kali datang, biasanya tugasku menggeser – geser kursi / mengubah variasi kursi setiap hari agar anak tidak bosan, bisa letter u, per grup, model mau sidang, model kuno, melingkar dan lain sebagainya. Pasang karpet dan Hapus papan tulis _ penata ruang beraksi.
Menyambut anak – anak hadir, biasanya klo kelas 1 anak -anak datang langsung dikasih ‘sarapan pagi’ menulis di buku halus / garis tiga.. sarapan yang mengenyangkan nichh :p
2. Menyapa para orang tua yang ikut mengantar sampai depan kelas, yang biasanya diselingi tanya ini itu, bahkan konsul mengenai anaknya _SPG yang berarti Student Promotion Girls hihih :0
3. Jam 7.30 ikrar dilapangan, biasanya kalau lagi dapet giliran, harus jadi pemegang mic yang artinya harus memberi sedikit suntikan semangat / motivasi pagi untuk seluruh kelas _ motivator, mana kadang – kadang dadakan lagi 
4. Atau saat upacara jadi Pembina upacara berarti juga harus jadi semi orator
5. Dan komandan upacara yang menyampaikan ‘sedikit’ pesan untuk peserta upacara .. dengkul lemes dech pokoke hehe
6. Jam 7.45 tadarus, mengaji bersama anak – anak, menghafal surat – surat pendek dan artinya, mengambil nilai SKU / kecakapan agama_ustadzah / Guru ngaji
7. Disela – sela itu sang guru juga harus memberikan ( lagi ) motivasi pagi agar anak- anak semangat sebelum memulai pelajaran. Biasanya motivasi pagi ini dalam bentuk cerita / mendongeng.. makanya jadi Pendongeng dechh
8. Jam 8 mulai mengajar, jadi fasilitator, mendidik, transfer ilmu, bermain bersama anak -anak , mencerdaskan kehidupan bangsa 
Sebagai guru kelas ada 7 mata pelajaran yang harus kami kuasai yaitu
Math _ minimal harus menguasai matematika dasar alias jago ngitung terutama duit :p…. Matematikawan
9. Bahasa Indonesia_ mengerti bagaimana menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar _ penyair
10. Science_ bisa melakukan percobaan science _ profesor hiihi
11. PKn _ hafal pancasila dan tahu UUD 45 _ahli tata Negara
12. English _ u knowlahhh what I mean  _ Penerjemah xixix
13. IPS _ bisa bersosialisasi dengan baik _ sosialita eh salah yakkk heheh
14. PLH_ Pendidikan Lingkungan Hidup…ngajarin nyiram bunga dan menanam pohon _ tukang kebun 
15. SBK _ Seni Budaya dan Keterampilan, Kalau pelajaran seni music, jangan salah guru itu harus punya vocal / suara yang oke lohhh.. minimal tahu nada dasarlah  karena harus mengajari dan mencontohkan lagu – lagu nasional yang akan dinyanyikan saat upacara, lagu – lagu daerah sampai lagu Asmaul Husna _ Penyanyi
16. Dalam pelajaran music ini, guru bukan hanya di tuntut bersuara bagus, tapi juga harus kreatif jadi pencipta lagu dadakan , missal untuk memotivasi anak – anak terbiasa merapihkan barang – barangnya, kami menciptakan lagu clean up – clean up, everybody please clean up, clean up clean up put your things away… bagus tuh dijadiin RBT di hp  promosiiiii hiihi
17. Atau sang guru juga terbiasa jadi penggubah lagu yang mengubah syair lagu orang lain ( belum izin lagi :p ) jadi syair pelajaran. Missal lagu sedang apa, sedang apa, sedang apa sekarang, diganti syairnya jadi km, hm , dam , meteran, dm, cm,mm … jangan sanpe dituduh plagiat dechh # hehe 
18. Giliran bagian keterampilannya, sang guru harus jago gambar _ Pelukis,
19. Bisa membuat kerajinan tangan dari bahan – bahan bekas _ Pengrajin
20. Disela – sela tugas mengajarnya sang guru harus siap dengan berbagai pertanyaan kritis dari murid..dan harus pandai pula menjawabnya… kudu jago ngeles wkwkwk :0 _ public speaker
21. Guru juga dikenal sebagai _ibu / Ayah disekolah, ia senantiasa memberikan kasih sayang kepada murid-muridnya, yang selalu ada saat anak menangis, sedih, kecewa … dan selalu menemani anak – anak saat mereka sedang marah dan ikut berbahagia ketika anak sedang senang 
22. Harus sabar menghadapi berbagai macam karakter murid – muridnya..ada yang pendiam, ceriwis, hiperaktif, lucu, suka usil, cengeng, maunya selalu diperhatikan, dan lain lain _ psikolog
23. Sang guru juga harus jadi HRD lohh.. harus paham potensi semua murid – muridnya dan bisa mengembangkan potensi murid – muridnya sesuai minat dan kemampuannya
24. Oh ya peran kami sebagai pengajar ini memang dituntut punya banyak spesialisasi di bidang entertainment lhooo. Setiap pengambilan raport BLP, biasanya sekolah kami mengadakan acara cultural festival dan panggung gembira diakhir tahun pembelajaran sebagai acara tutup tahun.
Acara panggung gembira ini harus menampilkan pementasan seni setiap kelas. Nah saat inilah sang guru, lagi – lagi bertransformasi jadi penulis naskah yang menyiapkan ide cerita untuk anak – anak pentas
25. Jadi produser yang memilih actor/ aktris cilik mana yang pantas memerankan isi cerita,
26. Jadi pengarah gaya yang ciptain dan ngarahin gimana gaya anak-anak saat dipanggung
27. Dan jadi sutradara saat melatih anak-anak latihan.. oke, actiooon !
28. Selain itu, dengan beragam karakter guru disekolah kami, yang masing – masing punya ciri khas, ada yang jago melucu di depan anak –anak saat di kelas. Yang punya ratusan tebak-tebakan super kocak_ pelawak.
29. Ada juga guru yang punya cita – cita jadi pemandu kuis tapi belum kesampaian hihi, yang kerjanya dikelas buka point ngadain tanya jawab kepada anak – anak. Yak, buka point 3000..
30. Jam 10 jam istirahat-pun masih bersama anak – anak, baca doa bareng, makan bareng, bagiin makananan catering anak, mengingatkan adab makan hampir setiap detik, makan jangan ngobrol, jangan jalan, sampai nge-cek makanan anak habis apa ga ?_ibu catering
Habis itu apakah guru bs istirahat?ooohhh belummmmmmm…
Jam istirahat ini bukan untuk jam istirahat guru… sang guru masih harus nemenin anak – anak main di lapangan, yang lebih tepatnya memantau anak – anak main
31. Jika ada yang terjatuh , guru biasanya langsung berperan jadi ‘dokter’, ambil kotak p3k, mengobati luka, kasih salep untuk anak yang kejedot ayunan , kebentur bola dan lain lain
32. Jadi ‘polisi’ yang mengayomi anak – anak yang ga ‘mau’ rukun 
33. Jadi “bodyguard” khusus yang harus mau ga mau nanganin anak yang ‘hoby’ tinju, yang kadang ga ngerti resiko luka, alih – alih mau jadi jagoan hmpphh…jangan salah sang guru juga pernah dengan niat yang tulus maksudnya ingin menghalangi malah kena jotos juga…terima kasih hiks 
34. Jadi wasit untuk anak -anak yang sukaaaaa banget berebut bola dilapangan
35. Jadi Hakim yang harus ‘bijaksana’ dalam membuat punishment bagi anak -anak yang ‘senang’ melanggar peraturan
36. Jadi tukang parkir, #maksa hihi yang harus tereak -tereak kalo ada anak anak yang hobi maen dorong – dorongan ckckckc
37. Back to class jadi fasilitator lagi, kasih evaluasi, kasih latihan, follow up umpan balik yang biasanya menyisakan setumpuk kerjaan yang harus dikoreksi ! Jadi peramal xixixi asal banget yahh..knp peramal? Wahh belum tahu ya? Guru itu harus pinter ngebaca tulisan murid yang sebenarnya hanya murid tersebut dan Allah SWT aja yang tahu isi tulisan/jawabannya..misal seorang muridku kelas 1 menulis jawaban pirotpnatk atau timebuledee untuk jawaban soal PKn… ada yang bisa bantu? Kira – kira apa maksud dari jawaban tulisannya y…? kan harus jago meramal tuchhh… Heuheuu 
38. Biasanya guru itu dalam sehari ga melulu ada jam mengajar nah disaat – saat jam ‘nganggur’ itu apakah gurunya bisa juga nganggur?hmphhh..inget tadi ada setumpuk koreksian menunggu, juga ada tugas buat soal latihan, soal ulangan, soal uts _ jadi juru ketik juga karena soal harus diketik kan ? hehe
39. Selain tugas administratif buat soal biasanya guru juga dapet job tahunan yaitu buat perangkat pembelajaran selama setahun, salah satunya adalah membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau yang biasa dikenal dengan sebutan RPP. Pembuatan RPP biasanya dicicil atau bisa juga klo mau enak copy paste warisan dari tahun lalu hihih , tapi karena rpp – nya juga mengalami perkembangan baca pembaruan terus tiap tahunnya, alhasil kami jadi buat rpp terus tiap tahun hueheuuu. Tugas tahunan kami selain RPP yaitu silabus, KKM, membuat criteria ketuntasan minimal yang harus dicapai siswa, Program tahunan, Program semester, dan Pemetaan
40. Selain tugas administrative diatas, musim ujian guru – guru juga punya job 3 bulanan seperti mengisi raport … saatnya mengarang bebas jadi penulis dadakan yang nulisin pesen pesen ‘khusus’ di raport.
41. Membuat kisi – kisi soal ulangan, Membuat hasil analisis ulangan, mengharuskan bisa excel _ ahli komputer
42. Jangan lupakan juga hal – hal kecil mengisi absensi kelas, menghitung persentasinya, dokumentasikan dengan tepat berapa hari si A sakit, si B izin atau C alpa_ sekretaris
43. Oya karena saya guru kelas 1, peran saya bukan Cuma ganda lagi tapi multi fungsi juga jadi “baby sitter“ seperti nemenin anak pup, kalo dia sudah terlanjur kebelet berarti harus membersihkannya, mengajarinya cebok yang baik hehe emang gimana yak “cebok “ yang baik dan benar itu? kudu buat buku panduan nih, membujuknya, menungguinya dengan sabar, dan setiap 1 menit bilang sudah beluuuuuuuuum? Mengejan yang kuat ya….emang melahirkan …? hadehhh # tepok jidat
44. Sampai disitu? Belummm, anak – anak bergegas solat zuhur maka tugas ibu guru selanjutnya adalah jadi penjaga wudhu ( emang ada profesi begituuu?xixi) menemani anak -anak wudhu, mengajari setiap hari tata cara wudhu yang syah ! wow
45. Di sela – sela itu juga harus jadi pengasuh yang terlalu ‘bawel’ dengan anak -anaknya yang selalu main ciprat – cipratan saat wudhu sampai seluruh bajunya basah atau rambut seperti habis keramas, nanti kamu masuk angin naakkkk ,,,fiuuuh
46. Setelahnya, sang guru harus bertransformasi lagi jadi asisten mushala yang tugasnya makein sarung anak -anak, yuk pakai sarung, satu – satu ya, antri dulu … pelatihan memakai sarung sudah habis 1 sks belum lulus – lulus juga anak -anak pakai sarung, selaluuuuuuuuu ada aja yang kedodoron, miring dan lain sebagainya
47. Shalat berjamaah, saatnya guru jadi imam, ayo anak – anak shalat yang khusyu,,,
48. Juga ber tugas sebagai laskar shalat yang keliling memantau anak, memperbaiki gerakan shalat yang salah, membenarkan posisi shalat yang benar, ckckck. Finally pulang, mengantar anak – anak sampai gerbang sekolah mengembalikan mereka kepada orang tuanya masing – masing , Alhamdulillah.. selamatt ..
49. Seleseikah tugas guru? Ets tunggu dulu masih ada anak yang belum dijemput, berarti msh ada tugas menemani siswa – siswa yang belum dijemput, sms / telpon orangtuanya _ operator telpon agar segera menjemput sambil terus memantau anak – anak yang biasanya luar biasa senang kalau belum dijemput jadi biasanya bisa main lagi dilapangan yeeeeeey 
50. Alhamdulillah , sudah pulang semua sekarang tinggal beres – beres kelas, walau sudah ada yang bertugas membersihkan kelas, tapi guru juga bertanggung jawab dengan kerapihan kelas, menata kembali kursi – kursi, membereskan kembali buku – buku, kertas – kertas dan apapun yang berserakan  _ cleaning service
51. Biasanya setelah selesai proses belajar, kami menyiapkan segala sesuatunya untuk pengajaran esok harinya, yaitu Menyiapkan media belajar, mengambil di tempat penyimpanan alat peraga di perpus, atau biasanya buat alat peraga sendiri dari origami / karton Pembuat kerajinan tangan, atau download lagu atau gambar / cari inspirasi di google , sambil update status di facebook _ gadget freaks ..aku banget tuchh hihi :0
52. Oya kadang kami punya tugas tambahan yaitu jadi detektif ! mencari barang yang hilang :0…. Adaaaaaaaaaa aja barang anak – anak yang ketinggalan, tertukar dengan teman, terbawa dengan kawan kelas lain, baik itu topi, baju olahraga, botol minum, sandal…..hmphh kemana dimana kemana ?? # guru tingting hehe 
53. After that, waktunya pulang? Oh tidak, kadang kami harus menghadiri rapat koordinasi bersama rekan guru lain serta kepala sekolah yuk … me-Rapat. Dalam rapat ini biasanya kami membahas anak – anak special yang membutuhkan penanganan ‘khusus’ saking spesialnya. Maka mulailah kami jadi tim penyidik, yang menulusuri apa masalah si anak tersebut
54. Lantas kami membentuk tim investigasi yang akan menangani kasus tersebut hehe serem ya kedengerannya
55. Guru juga harus jadi wartawan loh yang punya segudang pertanyaan yang bakal diajukan ke murid-muridnya
56. Guru lembur? Oh itu mah biasa… apalagi kalau besok ada kegiatan fieldtrip, jalan – jalan keluar, outbond, kemping, wisata saatnya jadi guide perjalanan
57. + travel organizer nya yang ngurusin tetek bengek semua perlengkapan perjalanan
58. Sampai lembur menghias panggung untuk panggung gembira anak – anak, jadi tim kreatif + desain panggung.
59. Saatnya pulang…….. Alhamdulillah….Sampai rumah, apakah tugas kami selesei?ohhh tidakkkk ! Bagi kami yang mengajar di sekolah swasta, siap di”ganggu” orang tua dengan sms/ tlp 24 jam, call center beraksi  ….
60. adalah hal yang sudah biasa..pasti ada saja pertanyaan orang tua baik itu tentang tugas, pr, sampai konsultasi via telpon harus ‘mau g mau’ dilayani dengan tulus .. _konsultan

# saya tertarik sekali membahas tugas guru yang satu ini, yaitu tugas dimana kami sebagai guru pasti akan berhubungan baik secara langsung atau tidak langsung dengan para orang tua, yang ternyata juga konsumen kami.
Ilmu komunikasi dengan orang tua yang tidak di dapat di bangku kuliah ini mutlak diperlukan.. salah omong, salah tulis , salah penyampaian bisa “ runyam” urusannya..hehe pengalaman pribadi nihh :p. Hmphh no comment dech hehe 

61. Ada satu kisah lucu sekaligus kalau mau dibilang weleh – weleh … ibunda yang merasa kehilangan buku anaknya segera menelpon gurunya untuk menanyakan buku anak saya dimana ya bu? Guru mengatakan kalau buku cetak sudah dibagikan semua kemarin, bunda tetap kekeuh kalau bukunya ga ada dirumah. Sang gurupun mengatakan kalau disekolah juga tidak ada, tapi ibunda tetap kekeuh merekeuhh saking kekeuhnya kalau bukunya udah dicari dirumah tapi ga ada, lantas esmosi baca : marah-marah mengatakan kalau ibu guru besok setiap pagi harus mengecek buku semua anak – anak didalam tas, dicatat, lalu pulang sekolah kembali mengecek buku anak -anak apakah sama lengkap seperti tadi pagi berangkat.. _ petugas pengecekan barang .. hihi … dan ternyata keeseokan harinya sang guru bertanya kepada murid tersebut, bukunya memang ga ad drmh? sudah ketemu bu, ada dilantai atas… tepok jidat ( lagi ) dechhhhhh :p
guru sejati yang ikhlas loh jinawi 
62. … blm dpt inspirasi lg..tp kayanya masih ada y?… ayoooo siapa yang mau nambahin 

Jadi dimana kami harus memfokuskan diri kami dengan segudang peran ganda yang ada di puundak kami ?? # guru lebayyy

Urusan ini bukan sekedar ngajar “biasa”…

*Tulisan ini dibuat untuk penyemangat ( terutama diri sendiri ) dan sahabat-sahabatku senasib seperjuangan sepenanggungan ,dan rekan- rekan guru di seantero negeri 🙂

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

cultural festival na ajib

cultural festival na ajib

geulisna ajibers 🙂

Tinggalkan komentar

April 17, 2012 · 9:21 am

guru yang penulis

Guru yang mengemban tugas mulia serta misi pendidik, sudah seharusnya menjadikan aktivitas menulis menjadi aktivitas rutin. Menulis merupakan cara untuk mengikat ide dan gagasan, sarana transmisi ilmu, dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan serta kebenaran.
Kita menyadari kemampuan menulis dikalangan guru masih sangat rendah. Hal ini terjadi karena lemahnya semangat dalam belajar dan mengajar. Tidak memiliki pemikiran yang progresif dan rendahnya budaya akademisi dikalangan pendidik.
Realitas inilah yang selayaknya membuka mata dan membangkitkan kesadaran bagi guru dan dosen sebagai insan akademisi untuk terus meningkatkan kemampuan dan kapasitas untuk menuangkan ide dan gagasannya melalui tulisan.

Mengutip perkataan Imam Ghozali, kalau engkau bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis. Dengan menulis kita bisa mencerdaskan berjuta-juta manusia tanpa batas. Jadi, bukan hanya sekedar motivasi material-an sich atau motivasi kenaikan pangkat saja para guru dan dosen berlomba-lomba meningkatkan kapabilitas serta kemampuan menulisnya. Tetapi lebih pada panggilan jiwa untuk terus menyumbangkan saran dan gagasan serta ide positif bagi kemajuan peradaban bangsa.
Membaca dan menulis adalah tradisi para ilmuwan dan guru merupakan seorang Ilmuwan yang tak boleh lepas dari tradisinya. Pekerjaan menulis merupakan pekerjaan orang-orang besar yang memiliki cita-cita besar pula. Menulis berarti memberikan suluh harapan yang akan menerangi dunia dengan ide-ide yang mencerahkan.

Apalagi, kini sejumlah media cetak memiliki sisipan rubrik khusus guru, seperti Akademia di Republika. Para guru memiliki ruang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikan pendapat tentang hal-hal dialaminya seputar pendidikan.

Pemuatan karya guru di media publik dapat menjadi umpan-balik yang amat positif bagi pribadi guru dalam membangun rasa percaya diri, memiliki kebanggaan dan kepuasan, menjadi pribadi terbuka, dan kesiapan menerima kritik atau pujian.

Pengaruh positif lainnya, mampu memotivasi untuk menghasilkan karya lebih baik lagi, bersifat kritis, dan bersiap diri memperkuat diri menghadapi tantangan. Karena untuk membuat suatu tulisan yang berkualitas dibutuhkan data penunjang. Hal ini akan mendorong untuk terus mencari, menambah pengetahuan dan wawasan, serta senantiasa mengikuti perkembangan yang terjadi.

Oleh karena itu, membaca akan menjadi kebiasaan paling mendasar yang dimiliki para penulis agar kelak menjadi penulis berkualitas. Selanjutnya, berpikir adalah suatu proses menghubungkan data, fakta, atau konsep dari hasil kegiatan membaca. Dari hasil proses berpikir ini akan dihasilkan sintesis-sintesis baru sebagai produk berpikir orisinal dalam bentuk tulisan.

Guru yang sering menulis tidak hanya kaya akan pengetahuan dan berwawasan luas, tetapi juga akan lebih peka terhadap kondisi di sekitarnya. Kepekaan terbentuk karena mereka terbiasa menajamkan mata dan telinga untuk menyimak dan menelisik segala peristiwa yang ada di sekitarnya.

Meskipun dengan menulis membentuk sikap kritis, penulis tidak boleh menghakimi atau berpandangan negatif dalam menanggapi sesuatu. Penulis dituntut untuk meneliti apa yang ada di balik suatu kejadian, menguraikannya, dan menuliskannya secara sistematis.

Proses ini mendorong seorang penulis terbiasa berpikir positif. Proses menulis dapat pula melahirkan jiwa struggle dan kompetitif. Sikap itu diperlihatkan agar tulisannya menjadi layak muat, terus berusaha tahan uji, serta tidak lekas bosan atau menyerah.

Guru merupakan bagian komunitas cendekia yang dinantikan kreativitas dan hasil pemikiran-pemikirannya yang inovatif dan memberi pencerahan bagi masyarakat. Untuk menyosialisasikan, menguji, dan mendapat pengakuan masyarakat, hasil penelitian dan pemikiran tersebut harus dibubuhkan dalam bentuk tulisan.

Kesenangan kegembiraaan seorang penulis baru kurasakan baru – baru ini. Setelah aku sendiri yakin tulisanku cukup bagus untuk dipublish, dan aku merasa teman – teman akan menyukainya… itulah kebahagian seorang penulis ! Ketika pembaca menyukai tulisan kita, lebih jauh lagi mendapat banyak manfaaat, semangat bahkan terinspirasi oleh tulisan kita… kerenkaaaaan ? xixix : )
Baru kusadari menulis itu mengasyikkan ..
Kecanduan menulis ini tentunya butuh obat.. ibarat orang yang terkena addicted menulis , ia butuh tempat rehab… salah satunya ya di blog ini.. oh ya menulis juga sebenarnya salah satu ekpresi orang galau whahahah : ) dari pada galau mau curhat ga ada orang mending nulis seperti kata asma nadia
“ Kegiatan menulis sebagai sebuah terapi, juga cara untuk mengekspresikan kerumitan hidup yang dihadapi “

Bener banget tuh, ternyata setelah kita baca – baca lagi tulisan kita pada saat galau, jadi lucu sendiri, ngakak sendiri… : )
Juga sebagai sarana instropeksi juga muhasabah, contohnya kita pernah nulis nyesel banget udah melakukan kesalahan, makanya setelah dibaca lagi jadi keingetan dan ga bakal deh mengulangi kesalahan yanga sama untuk kedua kalinya.
Penulis juga sejatinya adalah observer ulung. Ia pemerhati handal, banyak mendengar, melihat dengan mata hati. Sesungguhnya ia silent rider di dunia nyata :). Dengan banyak memerhatikan orang lain, lingkungan, dan berbagai kejadian itulah, yang dijadikan sumbernya dalam belajar, menulis dan lebih jauh mengikuti jejak sukses subjek perhatianya. Ibarat secret admirer yang diam – diam memerhatikan seseorang, ia tidak boleh ketahuan, hehe :0 harus seperti detektif yang ahli_ kebanyakan nonton Sherlock holmes dan baca Conan nichh hehe.
Lalu ide menulis di dapat dari mana ?
Ya pengalaman sehari – hari. Bisa pengalaman lucu atau pengalaman mengesankan yang di terjadi hari itu. Kejadian unik, lucu yang jarang terjadi. Bahkan dari sebuah diskusi ringan bisa dijadikan bahan tulisan. Mengobrol dengan Ibu, kakak, sahabat, murid, rekan guru, karyawan sampe tukang ojek, bisa muncul tuh ide tulisan.
Tuk tak tik tok. Kalau ide buntu, macet, mampet lalu bagaimana ? mulailah cari ide – lain. Bisa dari baca buku, koran, majalah, nonton film, nonton debat, nonton bola : )
Kalau saya hobby bangeeet : ) mulai dari baca sampai nonton bakal dijabanin. Pergi ke book fair ayo, ke bioskop yuk mariii . Dari mulai nonton infotainment yang ringan sampe nonton Jakarta lawyers club yang agak – agak gimana gitu.
Bagaimana dengan jejaring social ? wah itu jadi ritual rutin yang harus dijalani. Minimal sehari tiga kali kaya minum obat, harus ngecek facebook, twitter, blog, kompas.com, google. Berasa aneh kalau seharian ga buka fb dan teman – temannya itu. Seperti kehilangan gairah dan ‘buta’ informasi. # halahgubrak.
Face book itu macam – macam gunanya. Selain sebagai catatan perjalanan hidup kita, sampe yang lebih serius bisa dijadiin portofolio diri kita. Nah, bagi orang yang suka nulis kaya saya, penting banget tuh sebagai sarana promo tulisan. Bisa dapet tanggapan pembaca langsung, bahkan dapet editor gratisan hehe, yang suka memberi masukan agar tulisan kita bisa lebih baik lagi.
Yang membuat saya tergerak untuk menulis lebih jauh, juga sebuah ‘ sindiran’ halus dari my favorite writer, Tere Liye yang bilang gini
Jika rata – rata setiap tweet itu adalah 12 kata, maka bagi yang telah nge-tweet 50.000 kata di twitter, maka itu setara dengan 600.000 kata. Nah, kalian mau tahu tebal novel ‘hafalan shalat Delisa’? hanya 46.000 kata. itu artinya, setara kurang lebih 13 novel delisa. menakjubkan– apalagi usia twitter baru beberapa tahun, usia yang bersangkutan bergabung twitter baru 1-2 tahun. Prestasi hebat sekali loh, menulis 600.000 kata.
Tetapi kemana lari – larinya kata itu? aduh, sayangnya, hanya menguap di dunia maya. hilang bersama pulsa. Saya harus mengingatkan, selalu pahami, 100x update status, komen, dan kicauan – kicauan, debat di forum – forum, dan lain – lain itu tidak bisa mengalahkan berharganya satu notes/artikel yang ditulis dengan baik.
Maka mulailah ! Tulis apa saja. apa yg kalian lihat, dengar.

Yuk mulai menulis.. mulai saja dari hal – hal ringan seputar kejadian di ajib tercinta 🙂
* dikutip dari berbagai sumber

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized