Tag Archives: materi ngajar

Erlangga mengajakku “ lebih dekat dengan alam “

* tulisan ini dikirim untuk lomba menulis guru yang diselenggarakan oleh erlangga

Semua murid pasti punya mata pelajaran favorit, begitupun dengan guru. Kami menyebutnya mata pengajaran favorit. Nah ini dia, mata pengajaran favoritku selama mengajar dikelas satu. Yaitu Pendidikan Lingkungan Hidup atau biasa disingkat PLH . Dengan panduan buku terbitan erlangga, memudahkanku dalam mengajar.
Di pelajaran ini memang lebih banyak praktek ketimbang teori, ini yang menjadikannya semakin menarik. Mengajarkan anak untuk lebih dekat dengan alam, menarik minat siswa – siswiku. Walau pelajaran ini ‘hanyalah’ pelajaran muatan lokal dengan durasi satu jam mata pelajaran perminggu, tidak menjadikan PLH dipandang sebelah mata, justru sebagian besar muridku sangat menyukainya. Hmmm benarkah ?
Menyiram tanaman adalah praktik yang paling disukai anak – anak. Dilakukan di pagi hari, anak – anak dengan sukarela menyiram tanaman disekitar taman sekolah dengan riang gembira. Membawa ceret penyiram tanaman yang sebenarnya ‘lumayan’ berat bagi siswa kelas satu, tapi karena diselingi dengan adegan ciprat – ciprat air bersama teman – teman, tentu saja jadi kegiatan yang sangat mengasyikkan.
Bab 1 buku erlangga, mengajak anak – anak memiliki pola hidup bersih dan sehat. Tentu saja agar siswa – siswi kami memiliki sikap awareness terhadap lingkungan sekitarnya terutama kelas mereka, praktek kerja bakti harus dilaksanakan setiap hari, bahkan setiap menit harus terus diingatkan. Untuk memotivasi anak – anak terbiasa merapihkan barang – barangnya, kami menciptakan lagu “ clean up – clean up, everybody please clean up, clean – clean up put your things away !“. Jadi setiap kami menyanyikan lagu ini, siswa –siswi kami secara spontan langsung merapihkan barang dilokernya, membuang sampah yang berserakan dilantai, memperbaiki posisi meja yang miring dan lain sebagainya. Alhamdulillah… 
Lingkungan biotik dan abiotik dikenalkan di bab 2 buku PLH karya erlangga. Dalam materi ini siswa – siswiku selain diajak mengenal jenis – jenis lingkungan biotik juga diajak membedakan jenis – jenis sampah. Kami juga melaksanakan kegiatan praktik berupa memanfaatkan koran bekas lalu dibuat menjadi piring. Walau kegiatan praktik ini terbilang sulit yaitu dengan memblender koran sampai seperti bubur, didiamkan seharian baru bisa dibentuk piring lalau dijemur. Begitulah kami mengajarkan bahwa belajar adalah sebuah proses.
Kegiatan selanjutnya diBab 3 buku PLH lebih menarik, dengan tema aku dan tanamanku, anak – anak diajarkan menanam bunga di pot bunga. Dari mulai memberi pupuk, mengaduk / menggemburkan tanah, menanamnya, menyiramnya dengan air dan merawatnya sampai ia tumbuh besar. Biasanya ketertarikan anak – anak menanam bunga bertahan satu sampai dua minggu saja, selanjutnya tugas guru yang mengingatkan bahwa tanaman itu harus dirawat, hingga tanaman tersebut tumbuh indah mengitari taman sekolah.
Bencana alam ( Bab 4 ) juga merupakan salah satu tema favoritku dalam mengajar. Karena sifatnya baru berupa pengenalan terhadap macam – macam bencana, biasanya kami mengisinya dengan kegiatan nonton film bareng. Film yang diputar berupa potongan film pendek yang diambil dari you tube. Kegiatan nonton film pasti jadi kegiatan yang selalu membuat antusiasme siswa meningkat. Dengan menonton film bencana tsunami di Aceh, rasa solidaridatas dan tolerasi siswa juga bisa kita gali disini, jadi bukan sekedar nonton film saja loh.
Untuk tema bencana alam ini, kami juga pernah mengundang tim dari luar sekolah untuk membantu kami mengenalkan cara bersiap siaga menangani gempa. Tim ACT ( Aksi Cepat Tanggap ) mengadakan simulasi bila gempa benar – benar terjadi disekolah. Dengan dibunyikannya sirine tiga kali itu pertanda ada gempa, yang berarti siswa – siswi harus menyelamatkan diri dengan berkumpul dilapangan terbuka.
Ada lagu khusus yang jadi jargon kami dalam mengajarkan materi tentang gempa ini. Lagu yang diajarkan tim ACT ini sangat memudahkan siswa – siswa kami. Dengan mengingatnya melalui sebuah lagu, anak – anak jadi mudah menghafalnya apalagi lagu ini juga diiringi dengan gerakan sebagai pelengkap. Seperti ini contoh lagunya yang dinyanyikan seperti nada lagu dua mata saya.
Kalau ada gempa, lindungi kepala
Kalau ada gempa, ngumpet dikolong meja
Kalau ada gempa, jauhi dari kaca
Kalau ada gempa, lari kelapangan terbuka
Toret – toret jreng
Di bab terakhir buku Pendidikan Lingkungan Hidup penerbit Erlangga kelas satu, anak – anak diminta membuat hasil karya dari barang bekas. Peralatan yang dibutuhkan mudah saja, hanya perlu membawa satu botol air mineral bekas. Dan peralatan pendukung yang disediakan dari sekolah.
Anak – anak sangat antusias membuat hasil karya berupa boneka – bonekaan sapi. Walaupun berasal dari bahan daur ulang, tentu saja hasilnya tak kalah menarik dengan boneka sungguhan. Makanya siswa – siswiku sangat senang dengan hasil karya ini. Tak sabar untuk segera membawa pulang kerumah untuk diperlihatkan ke orangtua, kakak atau adiknya.
Karena materi dibab ini adalah materi yang terakhir, anak – anak tidak bisa langsung membawa hasil karya mereka begitu saja. Pameran kelas diakhir tahun pelajaran nanti, akan memamerkan seluruh hasil karya siswa. Hasil karya ini akan diperjualbelikan, orangtualah yang akan membeli hasil karya anak – anaknya. Uang yang terkumpul akan disumbangkan kembali kepada yang membutuhkan.
Begitulah cerita singkat mengenai pengajaran favoritku, bagaimana denganmu? Yuk sharing bersama…

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

I N I S I A T I F

I N I S I A T I F
Pagi yang penuh semangat ini diawali dengan sarapan pembuka dari guru yang berjudul I N I S I A T I F hmphh kenapa pagi – pagi sudah ngomongin inisiatif… begini ceritanya
Saat pembacaan / tadarus di pagi hari, dua anak ‘ribut’ bertengkar mengenai posisi duduk di karpet. Mereka saling kekeuh, saling nyuruh, saling ‘ngomel’ untuk menggeser posisi duduk ketempat yang kosong. Keduanya saling ‘ngotot’, tidak mau menggeser posisi duduk, padahal disebelahnya tempat duduk masih lega dibanding tempat duduk mereka sekarang yang harus berdempet – dempet, sesak – sesakan dipinggir karpet.
Mulailah bu guru menceritakan tentang kata I N I S I A T I F yang mayoritas anak kelas 1 SD, belum paham betul makna dan arti kata tersebut.
Anak – anak tahu kata I N I S I A T I F ? Kebanyakan mereka menggeleng. I N I S I A T I F itu pelopor….. pelopor apa ya bu?… begini contohnya.. ketika anak – anak sedang bersepeda ria di sore hari, tiba – tiba ditengah jalan raya yang biasa dilalui kendaraan mobil atau motor, anak – anak melihat sebuah paku yang cukup besar.
Paku itu kalau mengenai kendaraan mengakibatkan ban kendaraan jadi kempes, bisa mecelekai pengemudinya, mencelakai pejalan kaki dan lain sebagainya. Nah …… orang yang I N I S I A T I F itu, adalah orang yang mengambil paku tersebut dijalan dan membuangnya ke tempat sampah. Sehingga orang yang akan melewati jalan raya akan aman bebas hambatan, dengan begitu kita berarti sudah menjadi ‘pahlawan’ yang menyelamatkan banyak orang.
Siapa disini yang mau jadi pahlawan? Semuanya tunjuk tangan. Jadi kalo ada tempat duduk yang sudah penuh, kenapa tidak kita yang I N I S I A T I F pindah tanpa menunggu orang lain untuk pindah. Sama halnya ketika ada paku dijalan raya tadi, kalo kita hanya pasif menunggu tukang sampah yang akan membersihkan paku, bagaimana jadinya kalau ada kendaraan yang lewat sebelum paku itu dibersihkan?
Jadi I N I S I A T I F itu bersegera, tidak menunggu orang lain, tidak menunggu disuruh oleh bu guru, kita sendiri yang spontan melakukan kebaikan untuk sesama. Mulai hari ini, siapa yang bisa jadi “pahlawan”, melakukan I N I S I A T I F akan Ibu beri dua bintang. Anak – anak begitu mendengar kata bintang langsung semangat, dengan mata yang berbinar – binar. Wah berarti ini belum inisiatif ya? Baru sebatas karena bintang saja. Tapi beginilah menerapkan pembiasaan pada anak – anak. Agar mereka terbiasa melakukan hal – hal yang baik, berulang – ulang sejak kecil.
Laporan perkembangan medali bintang karena I N I S I A T I F ini terus berlanjut, ada Hafizh yang hari ini punya I N I S I A T I F mengambilkan bola temannya yang tersangkut. Ada Farel yang ber I N I S I A T I F, mengingatkan temannya yang belum merapihkan baju olahraga. Ada endra yang I N I S I A T I F, mengembalikan kunciran rambut teman perempuannya yang terjatuh. Ada bintang yang I N I S I A T I F menolong farel yang kaos kakinya tersangkut di gantungan tas.
Tapiiii, banyak juga yang mengaku – aku telah melakukan I N I S I A T I F, bu tadi aku sudah begini loh.. begitu loh hmphhh susye juge yeee klo begini xixixi 
Ohya mulai agak serius, ketika kami mengajarkan I N I S I A T I F sedini mungkin kepada anak – anak kami, paradoksnya kami melihat I N I S I A T I F ini begitu jarang ‘terlihat’ dalam dunia nyata yang fana ini # helehh… Dalam dunia maya bagaimana ayo?xixixi. Begitulah orang zaman sekarang, mulai jarang ber I N I S I A T I F. dijalan – jalan , busway, mall jarang sekali ada orang yang dengan I N I S I A T I F tinggi dengan tulus menolong orang lain. Mungkin teman – teman disini juga sudah sering, melihat, mendengar, membaca dengan mata, hati dan telinga bahwa I N I S I A T I F ini seperti hilang ditelan bumi. Contoh kecil, kalau ada sampah di dekat kita, apa kita akan I N I S I A T I F membuangnya ke tempat sampah dengan sukarela? #nulis enak yakkk? Daleeeeeeeemmmm 

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

bukan sekedar ngajar ” biasa ” …

Steve job butuh 8 jam sehari bahkan lebih untuk menjadi orang yang ahli dalam bidang computer.. patokannya jelas dia bisa menguasai seluruh perangkat computer hingga bisa menciptakan apple yang mendunia
Hatiku bertanya – tanya kalau guru?? Dimana ia harus memfokuskan 8 jam / harinya agar menjadi guru yang ‘ahli’…
Berikut tugas- tugasku sebagai guru :
1. Pertama kali datang, biasanya tugasku menggeser – geser kursi / mengubah variasi kursi setiap hari agar anak tidak bosan, bisa letter u, per grup, model mau sidang, model kuno, melingkar dan lain sebagainya. Pasang karpet dan Hapus papan tulis _ penata ruang beraksi.
Menyambut anak – anak hadir, biasanya klo kelas 1 anak -anak datang langsung dikasih ‘sarapan pagi’ menulis di buku halus / garis tiga.. sarapan yang mengenyangkan nichh :p
2. Menyapa para orang tua yang ikut mengantar sampai depan kelas, yang biasanya diselingi tanya ini itu, bahkan konsul mengenai anaknya _SPG yang berarti Student Promotion Girls hihih :0
3. Jam 7.30 ikrar dilapangan, biasanya kalau lagi dapet giliran, harus jadi pemegang mic yang artinya harus memberi sedikit suntikan semangat / motivasi pagi untuk seluruh kelas _ motivator, mana kadang – kadang dadakan lagi 
4. Atau saat upacara jadi Pembina upacara berarti juga harus jadi semi orator
5. Dan komandan upacara yang menyampaikan ‘sedikit’ pesan untuk peserta upacara .. dengkul lemes dech pokoke hehe
6. Jam 7.45 tadarus, mengaji bersama anak – anak, menghafal surat – surat pendek dan artinya, mengambil nilai SKU / kecakapan agama_ustadzah / Guru ngaji
7. Disela – sela itu sang guru juga harus memberikan ( lagi ) motivasi pagi agar anak- anak semangat sebelum memulai pelajaran. Biasanya motivasi pagi ini dalam bentuk cerita / mendongeng.. makanya jadi Pendongeng dechh
8. Jam 8 mulai mengajar, jadi fasilitator, mendidik, transfer ilmu, bermain bersama anak -anak , mencerdaskan kehidupan bangsa 
Sebagai guru kelas ada 7 mata pelajaran yang harus kami kuasai yaitu
Math _ minimal harus menguasai matematika dasar alias jago ngitung terutama duit :p…. Matematikawan
9. Bahasa Indonesia_ mengerti bagaimana menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar _ penyair
10. Science_ bisa melakukan percobaan science _ profesor hiihi
11. PKn _ hafal pancasila dan tahu UUD 45 _ahli tata Negara
12. English _ u knowlahhh what I mean  _ Penerjemah xixix
13. IPS _ bisa bersosialisasi dengan baik _ sosialita eh salah yakkk heheh
14. PLH_ Pendidikan Lingkungan Hidup…ngajarin nyiram bunga dan menanam pohon _ tukang kebun 
15. SBK _ Seni Budaya dan Keterampilan, Kalau pelajaran seni music, jangan salah guru itu harus punya vocal / suara yang oke lohhh.. minimal tahu nada dasarlah  karena harus mengajari dan mencontohkan lagu – lagu nasional yang akan dinyanyikan saat upacara, lagu – lagu daerah sampai lagu Asmaul Husna _ Penyanyi
16. Dalam pelajaran music ini, guru bukan hanya di tuntut bersuara bagus, tapi juga harus kreatif jadi pencipta lagu dadakan , missal untuk memotivasi anak – anak terbiasa merapihkan barang – barangnya, kami menciptakan lagu clean up – clean up, everybody please clean up, clean up clean up put your things away… bagus tuh dijadiin RBT di hp  promosiiiii hiihi
17. Atau sang guru juga terbiasa jadi penggubah lagu yang mengubah syair lagu orang lain ( belum izin lagi :p ) jadi syair pelajaran. Missal lagu sedang apa, sedang apa, sedang apa sekarang, diganti syairnya jadi km, hm , dam , meteran, dm, cm,mm … jangan sanpe dituduh plagiat dechh # hehe 
18. Giliran bagian keterampilannya, sang guru harus jago gambar _ Pelukis,
19. Bisa membuat kerajinan tangan dari bahan – bahan bekas _ Pengrajin
20. Disela – sela tugas mengajarnya sang guru harus siap dengan berbagai pertanyaan kritis dari murid..dan harus pandai pula menjawabnya… kudu jago ngeles wkwkwk :0 _ public speaker
21. Guru juga dikenal sebagai _ibu / Ayah disekolah, ia senantiasa memberikan kasih sayang kepada murid-muridnya, yang selalu ada saat anak menangis, sedih, kecewa … dan selalu menemani anak – anak saat mereka sedang marah dan ikut berbahagia ketika anak sedang senang 
22. Harus sabar menghadapi berbagai macam karakter murid – muridnya..ada yang pendiam, ceriwis, hiperaktif, lucu, suka usil, cengeng, maunya selalu diperhatikan, dan lain lain _ psikolog
23. Sang guru juga harus jadi HRD lohh.. harus paham potensi semua murid – muridnya dan bisa mengembangkan potensi murid – muridnya sesuai minat dan kemampuannya
24. Oh ya peran kami sebagai pengajar ini memang dituntut punya banyak spesialisasi di bidang entertainment lhooo. Setiap pengambilan raport BLP, biasanya sekolah kami mengadakan acara cultural festival dan panggung gembira diakhir tahun pembelajaran sebagai acara tutup tahun.
Acara panggung gembira ini harus menampilkan pementasan seni setiap kelas. Nah saat inilah sang guru, lagi – lagi bertransformasi jadi penulis naskah yang menyiapkan ide cerita untuk anak – anak pentas
25. Jadi produser yang memilih actor/ aktris cilik mana yang pantas memerankan isi cerita,
26. Jadi pengarah gaya yang ciptain dan ngarahin gimana gaya anak-anak saat dipanggung
27. Dan jadi sutradara saat melatih anak-anak latihan.. oke, actiooon !
28. Selain itu, dengan beragam karakter guru disekolah kami, yang masing – masing punya ciri khas, ada yang jago melucu di depan anak –anak saat di kelas. Yang punya ratusan tebak-tebakan super kocak_ pelawak.
29. Ada juga guru yang punya cita – cita jadi pemandu kuis tapi belum kesampaian hihi, yang kerjanya dikelas buka point ngadain tanya jawab kepada anak – anak. Yak, buka point 3000..
30. Jam 10 jam istirahat-pun masih bersama anak – anak, baca doa bareng, makan bareng, bagiin makananan catering anak, mengingatkan adab makan hampir setiap detik, makan jangan ngobrol, jangan jalan, sampai nge-cek makanan anak habis apa ga ?_ibu catering
Habis itu apakah guru bs istirahat?ooohhh belummmmmmm…
Jam istirahat ini bukan untuk jam istirahat guru… sang guru masih harus nemenin anak – anak main di lapangan, yang lebih tepatnya memantau anak – anak main
31. Jika ada yang terjatuh , guru biasanya langsung berperan jadi ‘dokter’, ambil kotak p3k, mengobati luka, kasih salep untuk anak yang kejedot ayunan , kebentur bola dan lain lain
32. Jadi ‘polisi’ yang mengayomi anak – anak yang ga ‘mau’ rukun 
33. Jadi “bodyguard” khusus yang harus mau ga mau nanganin anak yang ‘hoby’ tinju, yang kadang ga ngerti resiko luka, alih – alih mau jadi jagoan hmpphh…jangan salah sang guru juga pernah dengan niat yang tulus maksudnya ingin menghalangi malah kena jotos juga…terima kasih hiks 
34. Jadi wasit untuk anak -anak yang sukaaaaa banget berebut bola dilapangan
35. Jadi Hakim yang harus ‘bijaksana’ dalam membuat punishment bagi anak -anak yang ‘senang’ melanggar peraturan
36. Jadi tukang parkir, #maksa hihi yang harus tereak -tereak kalo ada anak anak yang hobi maen dorong – dorongan ckckckc
37. Back to class jadi fasilitator lagi, kasih evaluasi, kasih latihan, follow up umpan balik yang biasanya menyisakan setumpuk kerjaan yang harus dikoreksi ! Jadi peramal xixixi asal banget yahh..knp peramal? Wahh belum tahu ya? Guru itu harus pinter ngebaca tulisan murid yang sebenarnya hanya murid tersebut dan Allah SWT aja yang tahu isi tulisan/jawabannya..misal seorang muridku kelas 1 menulis jawaban pirotpnatk atau timebuledee untuk jawaban soal PKn… ada yang bisa bantu? Kira – kira apa maksud dari jawaban tulisannya y…? kan harus jago meramal tuchhh… Heuheuu 
38. Biasanya guru itu dalam sehari ga melulu ada jam mengajar nah disaat – saat jam ‘nganggur’ itu apakah gurunya bisa juga nganggur?hmphhh..inget tadi ada setumpuk koreksian menunggu, juga ada tugas buat soal latihan, soal ulangan, soal uts _ jadi juru ketik juga karena soal harus diketik kan ? hehe
39. Selain tugas administratif buat soal biasanya guru juga dapet job tahunan yaitu buat perangkat pembelajaran selama setahun, salah satunya adalah membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau yang biasa dikenal dengan sebutan RPP. Pembuatan RPP biasanya dicicil atau bisa juga klo mau enak copy paste warisan dari tahun lalu hihih , tapi karena rpp – nya juga mengalami perkembangan baca pembaruan terus tiap tahunnya, alhasil kami jadi buat rpp terus tiap tahun hueheuuu. Tugas tahunan kami selain RPP yaitu silabus, KKM, membuat criteria ketuntasan minimal yang harus dicapai siswa, Program tahunan, Program semester, dan Pemetaan
40. Selain tugas administrative diatas, musim ujian guru – guru juga punya job 3 bulanan seperti mengisi raport … saatnya mengarang bebas jadi penulis dadakan yang nulisin pesen pesen ‘khusus’ di raport.
41. Membuat kisi – kisi soal ulangan, Membuat hasil analisis ulangan, mengharuskan bisa excel _ ahli komputer
42. Jangan lupakan juga hal – hal kecil mengisi absensi kelas, menghitung persentasinya, dokumentasikan dengan tepat berapa hari si A sakit, si B izin atau C alpa_ sekretaris
43. Oya karena saya guru kelas 1, peran saya bukan Cuma ganda lagi tapi multi fungsi juga jadi “baby sitter“ seperti nemenin anak pup, kalo dia sudah terlanjur kebelet berarti harus membersihkannya, mengajarinya cebok yang baik hehe emang gimana yak “cebok “ yang baik dan benar itu? kudu buat buku panduan nih, membujuknya, menungguinya dengan sabar, dan setiap 1 menit bilang sudah beluuuuuuuuum? Mengejan yang kuat ya….emang melahirkan …? hadehhh # tepok jidat
44. Sampai disitu? Belummm, anak – anak bergegas solat zuhur maka tugas ibu guru selanjutnya adalah jadi penjaga wudhu ( emang ada profesi begituuu?xixi) menemani anak -anak wudhu, mengajari setiap hari tata cara wudhu yang syah ! wow
45. Di sela – sela itu juga harus jadi pengasuh yang terlalu ‘bawel’ dengan anak -anaknya yang selalu main ciprat – cipratan saat wudhu sampai seluruh bajunya basah atau rambut seperti habis keramas, nanti kamu masuk angin naakkkk ,,,fiuuuh
46. Setelahnya, sang guru harus bertransformasi lagi jadi asisten mushala yang tugasnya makein sarung anak -anak, yuk pakai sarung, satu – satu ya, antri dulu … pelatihan memakai sarung sudah habis 1 sks belum lulus – lulus juga anak -anak pakai sarung, selaluuuuuuuuu ada aja yang kedodoron, miring dan lain sebagainya
47. Shalat berjamaah, saatnya guru jadi imam, ayo anak – anak shalat yang khusyu,,,
48. Juga ber tugas sebagai laskar shalat yang keliling memantau anak, memperbaiki gerakan shalat yang salah, membenarkan posisi shalat yang benar, ckckck. Finally pulang, mengantar anak – anak sampai gerbang sekolah mengembalikan mereka kepada orang tuanya masing – masing , Alhamdulillah.. selamatt ..
49. Seleseikah tugas guru? Ets tunggu dulu masih ada anak yang belum dijemput, berarti msh ada tugas menemani siswa – siswa yang belum dijemput, sms / telpon orangtuanya _ operator telpon agar segera menjemput sambil terus memantau anak – anak yang biasanya luar biasa senang kalau belum dijemput jadi biasanya bisa main lagi dilapangan yeeeeeey 
50. Alhamdulillah , sudah pulang semua sekarang tinggal beres – beres kelas, walau sudah ada yang bertugas membersihkan kelas, tapi guru juga bertanggung jawab dengan kerapihan kelas, menata kembali kursi – kursi, membereskan kembali buku – buku, kertas – kertas dan apapun yang berserakan  _ cleaning service
51. Biasanya setelah selesai proses belajar, kami menyiapkan segala sesuatunya untuk pengajaran esok harinya, yaitu Menyiapkan media belajar, mengambil di tempat penyimpanan alat peraga di perpus, atau biasanya buat alat peraga sendiri dari origami / karton Pembuat kerajinan tangan, atau download lagu atau gambar / cari inspirasi di google , sambil update status di facebook _ gadget freaks ..aku banget tuchh hihi :0
52. Oya kadang kami punya tugas tambahan yaitu jadi detektif ! mencari barang yang hilang :0…. Adaaaaaaaaaa aja barang anak – anak yang ketinggalan, tertukar dengan teman, terbawa dengan kawan kelas lain, baik itu topi, baju olahraga, botol minum, sandal…..hmphh kemana dimana kemana ?? # guru tingting hehe 
53. After that, waktunya pulang? Oh tidak, kadang kami harus menghadiri rapat koordinasi bersama rekan guru lain serta kepala sekolah yuk … me-Rapat. Dalam rapat ini biasanya kami membahas anak – anak special yang membutuhkan penanganan ‘khusus’ saking spesialnya. Maka mulailah kami jadi tim penyidik, yang menulusuri apa masalah si anak tersebut
54. Lantas kami membentuk tim investigasi yang akan menangani kasus tersebut hehe serem ya kedengerannya
55. Guru juga harus jadi wartawan loh yang punya segudang pertanyaan yang bakal diajukan ke murid-muridnya
56. Guru lembur? Oh itu mah biasa… apalagi kalau besok ada kegiatan fieldtrip, jalan – jalan keluar, outbond, kemping, wisata saatnya jadi guide perjalanan
57. + travel organizer nya yang ngurusin tetek bengek semua perlengkapan perjalanan
58. Sampai lembur menghias panggung untuk panggung gembira anak – anak, jadi tim kreatif + desain panggung.
59. Saatnya pulang…….. Alhamdulillah….Sampai rumah, apakah tugas kami selesei?ohhh tidakkkk ! Bagi kami yang mengajar di sekolah swasta, siap di”ganggu” orang tua dengan sms/ tlp 24 jam, call center beraksi  ….
60. adalah hal yang sudah biasa..pasti ada saja pertanyaan orang tua baik itu tentang tugas, pr, sampai konsultasi via telpon harus ‘mau g mau’ dilayani dengan tulus .. _konsultan

# saya tertarik sekali membahas tugas guru yang satu ini, yaitu tugas dimana kami sebagai guru pasti akan berhubungan baik secara langsung atau tidak langsung dengan para orang tua, yang ternyata juga konsumen kami.
Ilmu komunikasi dengan orang tua yang tidak di dapat di bangku kuliah ini mutlak diperlukan.. salah omong, salah tulis , salah penyampaian bisa “ runyam” urusannya..hehe pengalaman pribadi nihh :p. Hmphh no comment dech hehe 

61. Ada satu kisah lucu sekaligus kalau mau dibilang weleh – weleh … ibunda yang merasa kehilangan buku anaknya segera menelpon gurunya untuk menanyakan buku anak saya dimana ya bu? Guru mengatakan kalau buku cetak sudah dibagikan semua kemarin, bunda tetap kekeuh kalau bukunya ga ada dirumah. Sang gurupun mengatakan kalau disekolah juga tidak ada, tapi ibunda tetap kekeuh merekeuhh saking kekeuhnya kalau bukunya udah dicari dirumah tapi ga ada, lantas esmosi baca : marah-marah mengatakan kalau ibu guru besok setiap pagi harus mengecek buku semua anak – anak didalam tas, dicatat, lalu pulang sekolah kembali mengecek buku anak -anak apakah sama lengkap seperti tadi pagi berangkat.. _ petugas pengecekan barang .. hihi … dan ternyata keeseokan harinya sang guru bertanya kepada murid tersebut, bukunya memang ga ad drmh? sudah ketemu bu, ada dilantai atas… tepok jidat ( lagi ) dechhhhhh :p
guru sejati yang ikhlas loh jinawi 
62. … blm dpt inspirasi lg..tp kayanya masih ada y?… ayoooo siapa yang mau nambahin 

Jadi dimana kami harus memfokuskan diri kami dengan segudang peran ganda yang ada di puundak kami ?? # guru lebayyy

Urusan ini bukan sekedar ngajar “biasa”…

*Tulisan ini dibuat untuk penyemangat ( terutama diri sendiri ) dan sahabat-sahabatku senasib seperjuangan sepenanggungan ,dan rekan- rekan guru di seantero negeri 🙂

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized